PT VDNI Evaluasi Kinerja Dua Karyawan yang Tolak Penempatan Divisi Lain

1286
 

Konawe, Inilahsultra.com – Perusahaan Pemurnian Nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan evaluasi kinerja bagi karyawannya. Namun, dua karyawan tidak terima dievaluasi oleh pihak perusahaan.

Buntut dari evaluasi kinerja itu hingga terjadi pemalangan di simpang Besu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

- Advertisement -

HRD Manager PT VDNI, Ahmad Saekuzen menuturkan, tiga orang telah masuk dan bekerja di PT VDNI. Dua dari tiga karyawan ini menolak untuk dievaluasi, dua karyawan tersebut bernama Aslin dan Asri.

“Ada tiga orang sesuai dengan kompetensi dan skill mereka. Ketika tiga orang ini telah masuk dan bekerja di VDNI. Ketika perusahaan melakukan evaluasi atas kinerja mereka, dua karyawan menolak dan ngotot agar mereka tetap bekerja di divisi humas,” jelas Ahmad Senin 19 Oktober 2020.

Menurut Ahmad, evaluasi kinerja merupakan hal yang lumrah dalam sebuah perusahaan. Pihaknya berupaya menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh kedua karyawan yang bernama Aslin dan Asri.

“Bahkan perusahaan telah memberikan kesempatan kepada dua karyawan, untuk bekerja di posisi lain atau divisi lain. Namun keduanya menolak,” sambung Ahmad.

Setelah mereka masuk bekerja di perusahaan PT VDNI, lanjut dia, tentu akan ada evaluasi. Dua dari tiga orang karyawan tersebut belum berhasil dievaluasi.

Padahal, lanjut dia, pihak perusahaan tetap membuka ruang dan tidak langsung putuskan hubungan kerja terhadap dua karyawan ini. Pihak perusahaan masih berikan kesempatan di posisi yang lain.

“Ada tiga yang kita tawarkan, di PLTU, smelter dan workshop,” ujarnya.

Namun tiga posisi yang ditawarkan itu, mereka tidak terima. Keesokan harinya, mereka melakukan pemalangan, mereka menuntut agar kedua orang itu tetap ditempatkan di bagian humas atau internal affairs.

“Sebetulnya, ketika karyawan kategori non-skill memang tidak bisa pilih-pilih, tetapi perusahaan tetap menampung, ada beberapa yang berkeinginan menjadi humas, termasuk yang di Besu itu,” imbuhnya.

Ahmad menyayangkan atas tindakan pemalangan itu, jadi terkesan memaksakan posisi yang mereka inginkan.
Aksi pemalangan jalan seharusnya tidak perlu dilakukan, karena pihak perusahaan telah menawarkan beberapa opsi kepada mereka.

“Seharusnya tidak perlu melakukan pemalangan jalan. Harapan kami, pihak kepolisian dapat bertindak tegas atas masalah-masalah karena ini berdampak terhadap operasional perusahaan,” ucapnya lagi.

Masih kata Ahmad, dengan adanya percepatan pemenuhan kebutuhan karyawan di PT VDNI menjadi konsen dan dapat menunjang operasional perusahaan. Keputusan perusahaan terkait dengan hasil atau kandidat karyawan yang dites tentunya tidak boleh diintervensi atau diganggu gugat oleh siapa pun.

“Sebenarnya, terkait dengan rekrutmen PT VDNI, pihak perusahaan telah bekerjasama dengan pihak Pemda Konawe. Dari perusahaan kita menyambut baik dan sangat senang serta mengucapkan terima kasih atas support dari Pemda Konawe atas rekrutmen calon pegawai ini.

“Namun, tetap proses ini harus mengikuti prosedur dan kebijakan yang ada di perusahaan. Meski demikian, keputusan perusahaan terkait dengan hasil atau kandidat karyawan yang dites tentunya tidak boleh diintervensi atau diganggu gugat oleh siapa pun,” pungkasnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...