Diusir dari Kosnya di Kendari, Warga Muna Meninggal di Kapal Malam Menuju Raha

Penumpang kapal malam ditemukan meninggal. (Istimewa)

Raha, Inilahsultra.com Salah seorang Warga Kabupaten Muna meninggal dunia dalam perjalanan dari Kendari menuju pelabuhan Nusantara Raha melalui jalur kapal malam, KM Agil Pratama 04, Sabtu 24 Oktober 2020.

Namun, di tubuh korban tidak ditemukan identitas pribadi saat diperiksa oleh beberapa ABK kapal.

Pihak kapal hanya menemukan satu buah handphone dan salah satu barang bawaan korban terdapat tulisan alamat dan nomor telepon keluarga di Muna.

-Advertisement-

Salah seorang penumpang kapal, Juniawan yang hendak juga menuju pulau Muna mengaku, dirinya nelihat pria tanpa identitas itu duduk di tangga yang menghubungkan antara dek 1 dan dek 2 kapal sekira pukul 23.00 WITA.

“Tak lama kemudian, datang petugas penagih tiket. Mereka sempat mengira korban sakit dan tertidur. Dia lalu diangkat ke kasur,” kata Juniawan.

Setelah itu, pihaknya dan beberapa ABK melihat pada secarik kertas yang ditempelkan di barang bawaan korban. Di situ dituliskan alamat tujuan belakang kantor urusan agama tepatnya jalan Yos Sudarso, Kelurahan Butung-butung, Kecamatan Katobu, RT 1/RW 1 disertai beberapa nomor telepon keluarga dan tetangga.

Beberapa  barang-barangnya yang dibawa ada kompor, tas, kofor, kursi, galon, ember, dan beberapa barang lainnya.

“Korban dibaringkan di atas kasur dan ditutup dengan kain sepray di samping dinding kapal pada dek 1,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek KP3 Raha, Iptu Hipda Nur saat dihubungi membenarkan kejadian tersebut.

“Oh iya, itu dalam kapal sakit. Dalam perjalanan kemudian meninggal,” kata Hipda Nur.

Berdasarkan keterangan didapat, pria yang  meninggal kapal ini sebelumnya di Kendari tinggal di kos-kosan. Namun, pria tersebut diusir oleh pemilik kos-kosanya karena menunggak pembayaran.

“Memang dari kos-kosanya di Kendari sakit-sakitan kemudian di usir dan sudah menunggak,” bebernya.

Keberadaan jenazah pria sekitar 50 tahunan itu diketahui oleh keluarganya. Sekarang jenazahnya sudah berada di RSUD Muna.

“Jadi saya di sini membantu mengkoordinasikan dengan pihak RSUD agar segera dibawa di rumah sakit terus sambil mencari tahu sebenarnya siapa ini korban,” jelasnya.

Ia menuturkan, keluarga korban sudah datang di rumah sakit. Karena tergolong keluarga tidak mampu, maka jenazah korban dimandikan di rumah sakit.

“Jadi dari rumah sakti pihak keluarga sudah menyetujui untuk dikubur. Sementara keluarga korban masih dibikinkan surat pernyataan agar tidak menuntut,” ucapnya.

Penulis : Muh Nur Alim

Facebook Comments