Kronologi Gadis Dicabuli di Tiga Tempat Berbeda di Kendari, Hingga Diancam Dibunuh

401
 

Kendari, Inilahsultra.com – Seorang gadis berusia 17 tahun sebut saja bunga (nama samaran) dicabuli oleh temannya sendiri berinisial N. Ironisnya, bunga dicabuli sebanyak tiga kali di tempat berbeda di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Korban dan tersangka sebelumnya sudah saling kenal. Saat itu, sepeda motor milik korban rusak. Tersangka mengatakan kepada korban bahwa ada temannya yang bisa memperbaiki motor.

- Advertisement -

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mandonga, AKP I Ketut Arya Wijanarka menceritakan, korban bersama tersangka membawa sepeda motor untuk diperbaiki di salah satu bengkel di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, 31 Oktober 2020 lalu sekira pukul 13.00 WITa.

“Setelah motor korban diperbaiki, tersangka mengajak korban jalan-jalan di jembatan teluk Kendari. Waktu mereka ke sana, korban dan tersangka berboncengan menggunakan motor korban,” ucap Arya kepada Inilahsultra.com, Minggu 8 November 2020.

Usai dari jembatan teluk Kendari, lanjut Arya, tersangka membawa korban di semak-semak di Puncak Labibia. Tersangka mengajak korban untuk melakukan hubungan intim. Namun saat itu korban menolak, karena ajakan tersangka ditolak tersangka langsung mencekik leher dan memukuli korban dengan menggunakan helem.

“Korban pun tak sadarkan diri. Saat itulah korban dicabuli oleh tersangka. Setelah korban sadar dan mengetahui celananya sudah terlepas, pada saat itu pula tersangka mengatakan telah menyetubuhi korban. Bahkan, tersangka mengancam akan membunuh korban jika melaporkan kejadian tersebut,” sambungnya.

Kemudian, masih kata Arya, tersangka mengajak korban ke Unaaha dengan menggunakan motor milik korban. Di Unaaha, tersangka mengajak korban masuk di penginapan. Di tempat itu, tersangka kembali menyetubuhi korban.

“Setelah kembali di Kendari, tersangka mengajak korban di Hutan Mangrove by pass dan kembali menyetubuhi korban,” ujarnya lagi.

Setelah kejadian itu, tersangka melarikan diri. Sementara korban menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya. Saat itu pula, orang tua korban melaporkan ke Polsek Mandonga pada 2 November 2020.

“Berdasarkan laporan itu, Buser Polsek Mandonga mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari informasi tentang keberadaan tersangka,” bebernya.

Masih kata Arya, pengejaran terhadap tersangka berlanjut hingga, Rabu, 4 November 2020. Pengejaran itu, membuahkan hasil. Tersangka ditangkap di sekitar Wonggeduku, Kabupaten Konawe.

“Tersangka kita tangkap sekira pukul 12.00 WITa. Kemudian tersangka dibawa di Polsek Mandonga. Kami juga mengamankan barang bukti berupa helem dan pakaian milik korban,” pungkasnya.

Atas perbuatan tersangka, melakukan kekerasan pemaksaan anak melakukan perbuatan cabul (persetubuhan) sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat 1 junto pasal 76D UU RI Nomor 17 tahun 2014 tentang penetapan peraturan pemerintah nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua di atas atas UU RI nomor 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...