Pilkada 2020 Usai, Ridwan Bae : Semua Kandidat Harus Saling Rangkul, Jangan Egois

1475
 

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) RI daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra) Ridwan Bae turut memantau proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tujuh daerah di Sultra, Rabu 9 Desember 2020.

Ridwan menyebut, Pilkada merupakan proses demokrasi yang lazim dilakukan di Indonesia dalam menentukan pemimpin daerah setiap lima tahun.

- Advertisement -

Rakyat telah menyalurkan hak pilihnya di TPS pada hari ini, Rabu 9 Desember 2020. Untuk itu, apa pun hasilnya termasuk siapa yang terpilih adalah kehendak rakyat.

“Dalam kompetisi demokrasi, pasti ada yang beruntung dan tidak beruntung. Tergantung kehendak rakyat. Tapi, pemilihan ini tidak menjadi awal perpecahan masyarakat,” katanya, Rabu 9 Desember 2020.

Menurut dia, meski masyarakat sudah mencoblos dan masing-masing tim sudah mengklaim diri memenangkan pemilihan, perlunya sama-sama menahan diri dan tidak saling memprovokasi. Hal itu demi menjaga kondusifitas daerah.

“Kita tunggu proses selanjutnya. Tunggu keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara. Kalau pun masih ada masalah, masih ada ruang sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk itu kita harus bersabar dan saling menahan diri,” katanya.

Jika nantinya calon dinyatakan menang, lanjut Ridwan, bukan berarti harus jumawa. Sebaliknya, bagi calon yang belum beruntung, diharapkan bisa menahan diri dan memanfaatkan ruang yang diberikan undang-undang.

“Bagi calon yang beruntung harus bisa merangkul lawan politiknya. Jangan egois bahwa dengan kemenangan itu, otomatis berkuasa dan menganggap lawan politiknya di bawah. Itu tidak boleh. Terpilihnya calon di Pilkada karena mayoritas rakyat menginginkannya namun bukan berarti lawan politiknya tidak ada yang memilihnya. Intinya, jika Pilkada telah selesai, maka harus saling merangkul demi kemajuan daerah,” imbuhnya.

Politikus Golkar ini berpandangan, di era moderen ini, wajah politik Indonesia telah berubah menjadi demokrasi berkualitas terlepas dinamika yang terjadi.

Politik merupakan hanya sebagai alat untuk mengelola perbedaan, bukan untuk menimbulkan perpecahan.

Untuk itu, sebagai pemimpin, sejatinya menunjukkan kepada publik bahwa mampu mengayomi kepada siapa pun termasuk lawan politiknya di Pilkada.

“Sebab, dalam politik itu tak abadi. Bisa saja ke depannya bersama dalam satu tujuan yang sama. Untuk itu, saya berharap, pesta demokrasi yang telah berlangsung ini tidak mengorbankan rasa persaudaraan, persatuan dan kekeluargaan kita. Pemilihan telah selesai, saatnya saling merangkul. Bangun daerah secara bersama-sama. Bagi pemimpin yang terpilih harus siap dikritik dan harus bisa mengayomi dan membuka diri kepada lawan politiknya. Bagi yang kurang beruntung, kegagalan hari ini merupakan keberuntungan yang tertunda,” pungkasnya.

Di Sultra, baru saja digelar pemilihan di tujuh daerah. Yakni, Wakatobi, Muna, Buton Utara, Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan dan Kolaka Timur.

Penulis : Iqra

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...