Biji Mete dan Pala Sultra Berpotensi Tingkatkan Ekspor

Kepala Balai Karantina Pertanian Kendari Prayatno Ginting

Kendari, Inilahsultra.com – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih mengandalkan hasil pertanian untuk diekspor keluar negeri. Diantaranya buah Mete dan Pala.

“Sultra ini banyak sekali yang kita ekspor untuk komoditi pertanian. Yang kita ekspor yakni biji Mete, sebelumnya juga ada buah Pala,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian Kendari Prayatno Ginting beberapa hari lalu.

Dia mengakui, komoditas pertanian di Sultra sangat besar. Salah satu hasil pertanian yang juga menjadi andalan adalah Kakao. Hasil pertanian tersebut biasanya dikirim ke Surabaya, Jakarta, dan Batam.

-Advertisement-

“Bukan hanya Kakao, Lada juga ada, bahkan biji Kemiri. Jadi banyak komoditas eskpor kita khusus komuditi pertanian,” tuturnya.

Menurut Prayatno, ekspor biji Mete Sultra pada tahun 2020 mengalami penurunan dibanding Tahun 2019 lalu. Pasalnya, lebih banyak dilakukan perdagangan secara domestik atau didalam negeri.

Meski begitu, Badan Karantina Pertanian selalu berupaya mendorong para pelaku usaha di daerah untuk terus dapat melakukan ekspor langsung dari Kendari agar produk Sultra dikenal di dunia internasional.

Selain potensi ekspor sektor pertanian, sektor peternakan Sultra juga sangat menjanjikan. Salah satunya adalah sarang Burung Walet.

Komoditi sarang Burung Walet yang dikeluarkan dari Sultra setiap bulannya cukup besar dan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Meski begitu, hanya di keluarkan untuk kebutuhan secara domestik.

Padahal, permintaan pasar sarang Burung Walet ke Negeri Tiongkok sangat menjanjikan. Sehingga potensi ini yang harus didorong baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Ekspor ke seluruh dunia terbuka. Akan tetapi di Kota Kendari ini pada umumnya ekspor ke negara Cina melalui Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Bisa juga ke Singapur ke Cina, bisa juga Singapur ke Arab Saudi, dan bisa ke India,” terangnya.

Dari komoditas yang ada, lanjut Prayatno, perlu sedikit goresan atau dukungan dari pemerintah daerah. Utamanya mendorong penyuluh pertanian sehingga para petani bisa kreatif mengumpulkan pasokannya.

Reporter: Iqra Yudha

Facebook Comments