Perbaikan Jalan Rusak Andoolo-Tinanggea Konsel Dalam Bentuk Fungsionalisasi

Jalan Provinsi di Konawe Selatan (Konsel) di tutup dengan material timbunan batu, sebagai aksi protes warga akan kerusakan jalan tak kunjung diperbaiki. (Istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Masyarakat Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi blokade jalan dengan menumpahkan timbunan bebatuan dan menanamkan pohon pisang, karena kesal dengan pihak berwenang tak kunjung membenahi.

Pemblokiran jalan provinsi ini terletak di Kecamatan Andoolo-Tinanggea di bilangan Kelurahan Ngapaaha-Lalonggasu dilakukan sejak Minggu 4 April 2021, dan kini masyarakat sekitar mendirikan beberapa tenda di tengah jalan.

Ketua Komisi III DPRD Sultra, Suwandi Andi mengatakan, pada Januari lalu berkunjung di Kelurahan Ngapaaha-Lalonggasu dan menghasilkan kesepakatan akan segera diperbaiki.

-Advertisement-

“Namun, untuk tahun ini belum bisa dilakukan pengaspalan. Tapi dalam bentuk fungsionalisasi, karena porsi anggaran yang ada sangat terbatas,” kata Suwandi Andi, Rabu 7 April 2021.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku, Komisi III DPRD sudah melakukan rapat dengan dinas terkait untuk perbaikan jalan yang menghubungkan antara kabupaten di Bumi Anoa ini.

“Kami sudah rapat dengan Dinas terkait untuk dilakukan fungsionalisasi dan dalam waktu dekat akan segera dikerjakan. Kalau untuk pengaspalan akan diperjuangkan pada perubahan anggaran kedepan,” ucapnya.

Sebenarnya, lanjut Suwandi Andi,
Pemprov Sultra telah memperhatikan perbaikan jalan daerah Konsel dengan anggaran sekitar Rp 7 miliar perbaikan ruas jalan Tinanggea-Lalembu dan ruas Motaha-Angata sekitar Rp 3,5 miliar.

“Sistem penganggaran perbaikan jalan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Keinginan kami dan masyarakat semua jalan rusak diaspal. Tapi itu tergantung anggaran,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Abdul Rahim mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan tim untuk turun lapangan melakukan pendataan titik yang mengalami kerusakan parah. Kemudian hasil data dilapangan akan menjadi acuan untuk dilakukan perbaikan. Namun perbaikan hanya dalam bentuk fungsionalisasi.

“Tahun ini jalan Andoolo-Tinanggea tidak masuk dalam program pengaspalan dengan kondisi anggaran yang ada. Kita hanya akan lakukan fungsionalisasi supaya jalan rusak tersebut bisa dilalui dengan baik oleh masyarakat,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments