Angka Stunting di Buton Dua Tahun Terakhir Menurun

Wabup Buton Iis Elianti (Tengah), Sekda La Ode Zilfar Djafar (Kiri), dan Kepala Bappeda Ahmad Mulya (Kanan) saat rembuk stunting yang digelar di Aula Kantor Bupati Buton, Senin 10 Mei 2021.
Bacakan

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton menggelar Rembuk Stunting yang dipusatkan di Aula Kantor Bupati Buton, Senin 10 Mei 2021.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian intervensi pencegahan dan penurunan stunting. Rembuk yang bertemakan “Mari kita cegah stunting di Kabupaten Buton” dibuka Wakil Bupati Buton Iis Elianti.

Sejumlah Kepala OPD baik yang tergabung langsung dalam Tim Penurunan dan Pencegahan Stunting Kabupaten Buton tampak hadir dalam giat tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buton Ahmad Mulya yang juga Ketua Koordinator Pencegahan Penanganan Stunting di Kabupaten Buton mengatakan, melalui konvergensi program stunting telah memberikan hasil yang cukup baik.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Buton yang telah dianalisis situasi sebagai aksi satu beberapa bulan yang lalu menunjukkan data stunting 2019 sebesar 27,07 persen dan pada tahun 2020 menjadi 22,31 persen.

“Dalam kurung waktu 2 tahun terakhir cenderung mengalami penurunan 4,75 persen. Begitu pula proporsi saham pendek mengalami penurunan dari 850 balita atau 37 persen menjadi 551 balita atau 27 persen. Pencapaian tentunya berkat adanya konvergensi program di semua sektor,” kata Ahmad Mulya.

Konvergensi percepatan pencegahan stunting, kata dia, adalah intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama menyasar kelompok sasaran prioritas yang tinggal di desa untuk mencegah stunting.

Penyelenggaraan intervensi, baik gizi spesifik maupun gizi sensitif, secara konvergen dilakukan dengan mengintegrasikan dan menyelaraskan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan pencegahan stunting.

Wakil Bupati Buton Iis Elianti mengatakan, pemerintah daerah berperan dalam mewujudkan Indonesia menjadi negara yang utuh serta dapat menumbuhkan ekonomi yang bersifat ilmiah menjadi nasional. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang maksimal.

“Pada tahun 2045 yang akan datang anak-anak kita yang masih usia dini akan memasuki usia produktif. Apabila kita tidak mempersiapkan perhatian terhadap masalah stunting bagaimana mungkin kita dapat melakukan visi Indonesia Emas di tahun 2045,” ujarnya.

Untuk itu, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta kepada seluruh sektor dan yang terkait terhadap penanganan stunting di Kabupaten Buton, agar serius dalam penanganan pencegahan stunting.

Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry