Akan Dipantau Langsung Jokowi Via Vicon, Vaksinasi Massal di Mubar Target 1.000 Orang

Sekda Mubar, LM. Husein Tali (kanan) bersama Kadinkes Mubar LM. Ishar Masiala (Kiri) saat mempersiapkan untuk Vaksinasi Covid-19 Masal di Kantor Camat Tiworo Tengah .
Bacakan

Laworo, Inilahsultra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar), Rabu 30 Juni 2021 besok, akan menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 secara massal dan akan dipantau langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo melalui video converence (Vicon).

Vaksinasi itu akan diselenggarakan di halaman Kantor Camat Tiworo Tengah dimulai dari pukul 08. 00 – 16. 00 WITa.

-Advertisement-

Terget dari Pemda Mubar yang akan disuntik massal itu sebanyak 1000 orang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Mubar, LM. Husein Tali saat ditemui di Kantor Camat Tiworo Tengah, Selasa 29 juni 2021 mengatakan, untuk mencapai 1000 orang yang akan melakukan vaksinasi itu, dirinya mengaku mengarahkan masing-masing camat untuk menghadirkan masyarakatnya minimal 10 orang.

Selain itu, dalam melakukan vaksinasi itu, pihaknya juga tidak memaksakan masyarakat untuk mengikuti vaksin, yang penting sudah mengikuti tahapan seperti melakukan pendaftaran untuk didata dan screening.

“Kita tidak paksakan untuk disuntik vaksin. Yang penting mendaftar dulu dan discreening . Meskipun tidak ada gejala penyakit dan masyarakat belum mau, kita tidak paksa juga,” katanya.

Untuk Mubar sendiri, pemerintah pusat menargetkan 14.000 orang yang akan disuntik.

Husein mengungkapkan, saat ini target yang sudah dicapai Pemda Mubar sebanyak 7.000 orang atau 50 persen dari yang ditargetkan.

“Alhamdulilah kita sudah mencapai 50 persen. Mubar juga masuk peringkat kelima di Sultra dari 17 kabupaten yang ada,” katanya.

Di tempat yang sama, Kadinkes Mubar, LM. Ishar Masiala mangaku, pihaknya juga tidak akan memaksakan masyarakat untuk melakukan vaksin Covid-19.

“Kami tidak paksakan. Tetapi kalau memang tidak mau jelas di situ harus ada bukti penolakan yang harus ditandatangi,” jelasnya.

Bagi yang ingin melakukan vaksinasi, terang dia, jelas pertama akan didaftar lalu discrening. Setelah itu, kalau ada gejala penyakit tidak akan memaksakan untuk disuntik.

“Tidak ada paksaan, tapi kita berharap masyarakat bisa sadar dengan pentingnya melakukan vaksin,” harapnya.

Reporter : Muh Nur Alim

Facebook Comments