Gubernur Diminta Segera Ambil Langkah Terhadap Iklim Pemerintahan dan Pembangunan di Koltim

15

Kendari, Inilahsultra.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tenggara (Sultra), Muh Endang meminta Gubernur Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas segera mengambil langkah antisipatif sehubungan dengan terjaringnya operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur oleh Komisi oleh Pemberantasan Korupsi (KPK).

Muh Endang menjelskan, kalau gubernur tidak cepat mengambil langkah maka Koltim terancam akan dipimpin pelaksana tugas (Plt) selama kurang lebih empat tahun. Bila ini terjadi, lanjutnya maka akan berdampak terhadap iklim pemerintahan birokrasi dan pembangunan di Koltim.

- Advertisement -

“Biasanya jabatan bupati dijabat oleh penjabat (Pj) paling lama dua tahun.
Ini bisa empat tahun lamanya, karena Pilkada serentak baru akan dilaksanakan akhir 2024 dan hasilnya dilantik di tahun 2025. Sementara kita tahu kewenangan dan accountabilitas Pj terbatas. Jadi kita minta Gubernur segera mengambil langkah tepat untuk mempercepat sistem pemerintahan dan pembangunan di Koltim,” kata Endang lewat keterangannya, Rabu 22 September 2021.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sultra menjelaskan, OTT yang dilakukan KPK selama ini selalu pruden dan rekor 100 persen terbukti, sementara di Koltim belum ada wakil bupati. Kalau sampai Andi Merya Nur divonis bersalah dan pengisian wakil belum dilaksanakan maka otomatis jabatan Bupati Koltim akan dijabat oleh Pj bupati.

“Ini tentu saja bukan bermaksud mendahului proses hukum terhadap Bupati Koltim Andi Merya dan kawan-kawan. Kita berharap mereka tidak bersalah, tapi kalau berkaca dari rekor proses hukum OTT KPK selama ini,” jelasnya.

Lanjut Endang, satu-satunya langkah yang bisa diambil sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 untuk menghindari Kolaka Timur dipimpin Pj bertahun-tahun adalah mengisi kekosongan jabatan wakil bupati.

“Setelah jabatan wakil bupati diisi, dan ternyata Andi Merya terbukti bersalah di pengadilan, maka wakil bupati terpilih naik jadi bupati dan jabatan wakil bupati bisa kembali diisi selama waktunya kurang dari 18 bulan akhir masa jabatan Samsul Bahri-Andi Merya Nur,” jelasnya.

Untuk itu, Endang meminta Gubernur Ali Mazi, Wakil Gubernur Lukman Abunawas, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh dan Forkopimda Sultra segera menggelar rapat dan mengambil langkah-langkah strategis untuk segera melakukan proses pengisian jabatan Wakil Bupati Koltim.

“Tentu saja Koordinasi dengan Bupati Andi Merya Nur tetap harus dilaksanakan, karena ia yang berhak menandatangani surat pencalonan wakil bupati ke DPRD Koltim. Ini kalau betul-betul kita tidak ingin Koltim dipimpin Pj bertahun-tahun,” jelasnya.

Kemudian Endang mengingatkan juga DPRD Koltim untuk tidak tidur dan menunggu saja terhadap kondisi yang terjadi saat ini. DPRD harus segera melakukan konsolidasi internal dan konsultasi dengan berbagai pihak, terutama kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Yang paling mendesak segera membentuk panitia khusus pengisian jabatan Wakil Bupati Koltim. Ini kalau DPRD di sana juga punya komitmen yang sama, tidak mau dipimpin Pj bertahun-tahun,” ujarnya.

Begitu juga dengan partai pengusung yakni, Demokrat, PDIP, Gerindra dan PAN agar segera mengadakan pertemuan untuk mencari solusi supaya jabatan wakil bupati segera bisa terisi. Endang juga sebagai Ketua DPD Demokrat Sultra memastikan
dirinya akan berusaha keras supaya Koltim bisa mempunyai bupati dan wakil bupati definitif.

Pada kesempatan ini juga, Endang menyampaikan keprihatinan terhadap OTT yang menimpa Andi Merya Nur. Ia yakin Andi Merya akan patuh mengikuti proses hukum.

“Saya meminta kepada semua pihak  untuk tidak melalukan pengadilan di luar proses hukum. Biarlah proses hukum nanti yang menentukan, apakah Andi Merya memang bersalah atau tidak,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Koltim Andi Merya Nur terjaring OTT oleh KPK pada Selasa 21 September 2021 malam di rumah jabatannya. Ia diamankan bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Koltim, Anzarullah dan 4 orang lainya.

Reporter : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...