Seluruh Camat di Buton Wajib Miliki Sertifikat Profesi Kepamongprajaan

35
Bupati Buton La Bakry bersama Direktur IPDN Dr. Sampara Lukman, M.A saat sosialisasi profesi kepamongprajaan di jajaran Pemkab Buton, Selasa 9 November 2021.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Sejumlah pejabat dan dosen IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) menggelar sosialisasi profesi kepamongprajaan di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton, di Aula Kantor Bupati Buton, Selasa 9 November 2021.

Tim sosialisasi diantaranya Direktur IPDN Dr. Sampara Lukman M.A, Dosen PPKp IPDN Prof. Dr. Khasan Efendy M.Pd, Wadir Bidang Kemahasiswaan PPKp IPDN Dr. Mulyadi S.P MSi, Wadir Bidang Administrasi PPKp IPDN Dr. Tjahyo Suprajogo, M.Si, Staf Jfu PPKp IPDN Wahyu Santo Nugroho, SH.

- Advertisement -

Direktur IPDN Dr. Sampara Lukman M.A memaparkan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memberlakukan profesi kepamongprajaan IPDN. Atas nama Undang undang Nomor 23 Tahun 2014 dipasal 224 Ayat (2) bahwa syarat menjadi camat yaitu mempunyai sertifikat profesi kepamongprajaan.

“Dengan adanya Undang Undang No: 23/Tahun 2014, dan Peraturan Penerintah Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pasal 224 Ayat (2) mengatur tentang Sertifikat Kepamongprajaan bagi camat.” ujarnya.

“Lalu kemudian, Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan surat bahwa camat yang belum memiliki sertifikat disekolahkan selama 3 bulan, selama-lamanya 4 atau 5 bulan untuk memperoleh sertifikat kepamongprajaan. Sertifikat kepamongprajaan bisa diikuti oleh ASN yang menjabat camat, namun belum memiliki sertifikat dan ASN calon menduduki jabatan camat,” katanya.

Sekolah yang dimaksud, kata Sampara, tidak harus meninggalkan tugas keseharian sebagai ASN.

Pada kesempatan itu, Bupati Buton La Bakry, mewakili Pemerintah Kabupaten Buton menyampaikan selamat datang kepada direktur dan seluruh rombongan sosialiasi.

“Kami merasa berterimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya setelah berkunjung ke Baubau dan sekarang hadir di Buton,” kata Ketua Bapera Sultra ini.

Mudah-mudahan, lanjut dia, di tahun 2022 camat di Buton yang belum memiliki Sertifikat dan calon camat sudah mempunyai sertifikat profesi Kepamomprajaan Institut Pemerintahan Dalam Negeri tersebut.

“Dan ini menjadi bahan informasi di jajaran pemerintahan sehingga Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah yang salah satu pasalnya ditegaskan khusus camat,” ujar Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Buton ini.

Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...