Korban Penganiayaan di Pelabuhan Amolengo Mantan Kepsek, PGRI Sultra Bakal Tempuh Jalur Hukum

5357
Ketua PGRI Sultra, Abdul Halim Momo (kiri).

Kendari, Inilahsultra.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) geram terhadap penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok preman terhadap pengguna jasa di Pelabuhan Amolengo Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Ketua PGRI Sultra Abdul Halim Momo menilai, pengeroyokan itu telah mencederai citra PGRI Sultra, karena korban bernama Abidin salah seorang guru dan mantan kepala sekolah (Kepsek) SMKN 1 Batauga dan saat ini menjadi pengawas SMK se-Kabupaten Buton.

- Advertisement -

Korban juga bagian dari PGRI Busel dan saat ini berprofesi sebagai pengawas di Daerah Otonomi Baru (DOB) hasil pemekaran Kabupaten Buton tersebut.

Untuk itu, Abdul Halim Momo meminta dan mendesak pihak dalam hal ini Polres Konsel dan Polda Sultra untuk segera menangkap dan menahan serta mengadili para pelaku yang melakukan penganiayaan tersebut.

“Perbuatan mereka (Preman) itu sangat menyedihkan dan perlakuan itu sangat tidak manusiawi. Meski sudah atur damai, seharusnya polisi mengambil langkah hukum karena jejak digitalnya sangat jelas,” tegas Abdul Halim Momo, Rabu 8 Desember 2021.

Meski keduanya sudah atur damai, Abdul Halim Momo mengatakan, polisi tidak boleh membiarkan kasus ini begitu saja. Hukum harus ditegakan apalagi itu adalah perkara tindakan pidana. Harus ada efek jera terhadap para pelaku agar kasus serupa tak terulang lagi.

“Kami sedang menunggu hasil koordinasi PGRI Busel dengan korban. Kami tegaskan di provinsi menunggu info lanjutan dan akan segera membawa kasus ini kerana hukum untuk memproses sampai tuntas,” tutupnya.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Humas Polda Sultra, Kompol Rony Syahendra mengatakan, kasus yang terjadi di Pelabuhan Amolengo itu sudah ditangani Polres Konsel.

“Polres Konsel sudah membentuk tim untuk memeriksa dan mengecek ke lapangan agar tidak terjadi kejadian serupa,” singkatnya.

Untuk diketahui, Abidin dianiaya oleh sekelompok preman saat hendak menyebrang di Pelabuhan Amolengo, Desa Langgapulu, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada 24 November 2021.

Dia dikeroyok lantaran tak ingin memberikan uang kepada oknum-oknum yang melakukan pungli di Pelabuhan Amolengo.

Reporter : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
loading...