
Kendari, Inilahsultra.com – Tiga bakal calon Gubernur Sultra dikabarkan sementara berebut pintu Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Wakil Ketua DPW PKS Sultra Yaudu Salam Ajo mengaku, dua dari tiga nama yang berebut itu adalah Asrun dan Ali Mazi.
“Untuk satunya saya tidak tahu,” ungkap Yaudu, Rabu 26 Oktober 2017.
Yaudu menyebut, tim pemenangan DPW PKS Sultra sudah rapat dengan DPP kemarin malam. Namun, Yaudu belum mengetahui kabar terakhir terkait pertemuan tersebut.
“Sampai saat ini berapa informasinya. Saya tidak tahu rilnya. Rapat kemarin itu dpp bersama tim pemenangan pemilu tingkat pusat dan wilayah,” katanya.
Yaudu berharap, DPP segera mengeluarkan rekomendasi agar kader sudah mulai bekerja untuk calon yang diusung nanti.
“Kalau sudah masuk di pusat, pasti DPP akan mempercepat untuk keluar,” ujarnya.
Di PKS, lanjut Yaudu, masih menggunakan survei paslon sendiri. Namun, mereka memiliki pertimbangan lain untuk mengusung calon.
“Pertimbangan partai dari sisi komunikasi dari kandidat dan partai. Di samping itu, dia sudah berpotensi dapat partai lain. Selanjutnya kemampuan mengelola timnya. Dari sisi komunikasi basis sosial tidak ada, maka tidak mungkin diusung,” jelasnya.
“Tidak hanya itu, PKS juga akan mempertimbangkan sisi visi misi dan konsep calon,” tambahnya.
Ali Mazi dan Asrun merupakan kader politik di Sultra yang pernah diusung PKS. Ali Mazi diusung PKS pada Pilgub Sultra 2008 lalu. Namun, mereka kalah atas pasangan Nur Alam-Saleh Lasata.
Sedangkan Asrun, diusung oleh PKS sebanyak dua kali di pilkada Kota Kendari. Ditambah lagi koalisi keduanya pada saat Pilwali Kota Kendari 2016 yang mengantarkan putra Asrun, Adriatma Dwi Putra menjadi Wali Kota Kendari.
“Kalau dengan Pak Asrun terhitung tiga kali dengan ADP. Kita belum tahu antara Asrun dan Ali Mazi (untuk diusung),” tuturnya.
Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor : Jumaddin Arif




