

RAHA/inilahsultra.com- Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Muna menarik retribusi terminal pada Pasar Modern Raha terhambat. Pembangunan pasar yang belum rampung membuat Dishub sulit menata lahan parkir.
Persoalan yang dihadapi Dishub cukup rumit. Selain pasar belum rampung, pedagang juga menjajakan jualannya hingga ke tepi jalan. Buntutnya jalan masuk terminal menjadi sempit.
Dishub memang harus bekerja keras untuk memaksimalkan pemasukan PAD melalui terminal. Pasalnya banyak terminal bayangan yang tersebar dibeberapa titik disudut jalan Kota Raha.
Diantaranya, di depan SMP 2 Raha, depan Rumah Sakit modern, jalan simpang empat Jompi, serta Warangga.
Kepala Dishub Muna, Drs. La Oba hal mengatakan, kondisi terminal semakin sempit tak mampu menampung jumlah angkutan umum yang ada. Terminal bayangan pun tak bisa diatasi.
Diperkirakan, hingga empat bulan ke depan, terminal belum bisa efektif. Sehingga, Dishub tak bisa berbuat banyak untuk memaksimalkan penarikan retribusi.
“Kalau sudah rampung pasar, semua pedagang diarahkan ke sana. Jadi, kita bisa tata kembali terminal. Kalau tidak begitu, terminal belum bisa normal, ” kata La Oba, saat ditemui di Setda Muna, Kamis (23/2).
Mantan Kadis BLHKP Muna ini menambahkan, telah mengirim surat ke Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Saat ini pihaknya masih menunggu balasan surat yang dilayangkan pekan lalu.
Surat itu merupakan permintaan data ril jumlah kendaraan roda empat yang beroperasi. Sehingga, dengan jumlah tersebut, pihaknya dapat mengetahui pasti total PAD.
“Jadi berapa jumlah minibus, mikrolet, open cup dapat kita ketahui,” jelasnya.
Target PAD yang dibebankan ke Dishub Muna untuk retribusi terminal mencapai angka hingga Rp 50 juta. Meski mengalami banyak kendala, La Oba yakin target tersebut bisa tercapai. Pasalnya, pihaknya terus berupaya memaksimalkan terminal satu pintu.
“Kalau sudah tertata, saya yakin bisa capai target,” ujarnya. (Iman)




