Rajiun Center Sebut Pelantikan Pejabat Mantan Napi karena Ada yang Bermain

Laworo, Inilahsultra.com – Terkait dilantiknya salah satu pejabat mantan narapidana korupsi yang menduduki jabatan strategis di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Direktur Rajiun Center La Ode Rahmat Apiti menilai Bupati Mubar LM Rajiun Tumada telah dikhianati oleh bawahannya.

Menurutnya, diloloskannya salah satu mantan napi hingga menjadi pejabat struktural di Mubar ada beberapa pejabat yang mencoba bermain dan tidak diketahui oleh Rajiun.

“Ini mungkin kerjaan staf dan orang-orang di sekelilingnya. Mereka menyembunyikan dan tidak menyampaikan yang sebenarnya kepada Bupati Mubar terkait latar belakang para pejabat yang akan dilantik,” kata Rahmat saat dihubungi Kamis 24 Januari 2019.

-Advertisement-

Ia menyebut, pelantikan mantan napi korupsi merupakan salah satu bentuk penghianatan yang dilakukan pejabat bawahan Rajiun.

“Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada diberikan informasi yang tidak benar terkait rekam jejak pejabat-pejabat yang akan menduduki jabatan strategis di wilayah tersebut,” jelasnya.

Rahmat mengaku, Bupati Muna Barat merupakan orang yang komitmen dan selalu menjalankan tugasnya sesuai aturan. Selain itu, ia menyebut Rajiun merupakan salah satu sosok yang anti terhadap praktik korupsi.

“Saya tahu banyak soal komitmen bupati,” singkat pria yang biasa disapa La Olo ini.

Masih kata Rahmat, Rajiun memiliki komitmen hukum yang jelas. Namun, soal adanya pejabat mantan terpidana yang pindah ke Mubar, Rajiun tidak banyak tahu.

Menurut Rahmat, jika hal ini diketahui sejak awal, pasti Rajiun tidak akan memberikan jabatan itu kepada mantan napi korupsi.

“Sedangkan adiknya saja kemarin dia nonjobkan kemarin, apa lagi orang yang nyata terbukti dan pernah dipidana soal korupsi. Saya meyakini bahwa bupati tidak akan mengambil kebijakan tersebut jika pada akhirnya bertentangan dengan aturan,” katanya.

Ia menuturkan, bagi bawahan Rajiun yang sering memanipulasi informasi suatu saat nanti akan terbongkar permainannya.

“Saya tahu kok orang-orangnya. Mereka sering memanipulasi informasi dan menyampaikan yang tidak benar kepada pak bupati. Pokoknya informasinya yang penting bapak senang (ABS),” pungkasnya.

Penulis : Muh Nur Alim
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments