Harga Bawang Putih Meroket, Tembus Rp 80 Ribu Perkilo

TPID Sultra dipimpin Wagub Sultra, Lukman Abunawas turun memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional Kota Kendari.

Kendari, Inilahsultra.com – Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional perlahan merangkak naik memasuki Bulan Ramadan tahun 2019.

Dari sekian bahan pokok terpantau di pasaran, harga bawang putih mengalami lonjakan paling signifikan.

Nilai jualnya bahkan menembus angka dua kali lipat dari kisaran normal. Informasi ini sesuai hasil sidak Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sultra dipimpin Wakil Gurbernur Sultra, Lukman Abunawas Kamis 8 Maret 2019 di sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari.

-Advertisement-

Dari beberapa pasar dikunjungi, nilai jual komoditas bawang putih dipatok antara Rp 65 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram. Harga tersebut cukup mencengangkan mengingat beberapa waktu lalu sebelum momen bulan puasa harga komoditas palawija itu hanya dibandrol antara Rp 30 ribu – Rp 45 ribu perkilogram.

“Yang naik sekali itu bawang putih. Sampai 70 ribu bahkan ada yang 80 ribu. Padahal biasanya 35 ribu. Kita sama-sama liat kan tadi harganya begitu,” ujar Kadis Perindag Sultra, Siti Saleha.

Kenaikan harga komoditas bawang putih di Sultra, ujar mantan Pj Bupati Bombana itu ditengarai pasokan yang langka.

“Kita cek distributor, stoknya memang langka. Itulah kenapa naik,” sambungnya.

Kata dia, meroketnya harga bawang putih bukan hanya di Sultra. Fenomena ini terjadi hampir di seluruh Indonesia.

Bahkan pemerintah pusat kini tengah menggodok kebijakan impor bawang putih untuk meredam lonjakan harga yang drastis selama musim Ramadan.

“Ini sudah jadi masalah nasional. Kita juga tunggu kebijakan pusat kemungkinan ada impor bawang putih sehingga harga bisa ditekan,” ungkap Saleha.

Sementara itu komoditas bahan pokok lain terpantau aman terkendali. Daging sapi misalnya, harga masih bertahan di angka Rp 120 ribu/Kg. Masih relatif sama dengan kisaran harga hari normal sebelum momen bulan puasa.

Adapun ayam potong hanya mengalami kenaikan Rp 5 ribu perkilogram. Berbeda dengan bawang putih, harga komoditas bawang merah masih aman.

“Naik tapi tidak begitu parah seperti bawang putih. Masih relatif normal lah. Gula, beras, minyak masih terkendali sejauh ini,” ulas Siti Saleha.

Lebih jauh, TPID Sultra sudah menyusun agenda gelaran pasar murah guna menekan kenaikan harga bapok selama bulan Ramadan.

“Rencana dua kali sebelum lebaran ini. Di Kadia dan Lepo-lepo. Bahan pokok akan disiapkan dengan harga relatif murah karena kita menggandeng distributor dan BUMN juga. Yang kita prioritas mungkin bawang putih karena ini kenaikannya lumayan tinggi,” terangnya.

Penulis : Siti Marlina

Facebook Comments