
Kendari, Inilahsultra.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk PT Pertamina (Persero) sebagai koordinator penyerahan bantuan korban di Kabupaten Konawe.
Terkait tanggungjawab tersebut, Pertamina langsung bergerak cepat mendistribusikan sekitar 2.500 paket makanan siap saji di 3 Kecamatan terdampak banjir di Konawe. Diantaranya Kecamatan Wonggeduku, Pondidaha dan Kecamatan Konawe.
Hingga saat ini tercatat jumlah bantuan yang disalurkan dan dilaporkan ke Pertamina sudah mencapai Rp 445 juta. Nominal ini merupakan hasil urungan dari beberapa perusahaan plat merah diantaranya Pertamina, BNI, Jamkrindo, Perum Bulog, BRI dan Kimia Farma.
Unit Manager Communication & CSR MOR VII PT Pertamina (Persero), Hatim menjelaskan proses distribusi bantuan berlangsung sejak hari Jum’at 15 Juni 2019. Paket makanan siap saji yang dibagikan pada korban banjir berupa nasi, sayur dan lauk ayam atau ikan.
Saat ini tim Pertamina Peduli sudah standby di lokasi. Termasuk tim relawan pekerja juga berkoordinasi untuk menambah personil serta terus mengevaluasi sejumlah kebutuhan masyarakat di pengungsian.
Tak hanya itu saja, Pertamina juga mendirikan Posko BUMN Hadir Untuk Negeri yang berada di Desa Abelisawa, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe.
“Berdasarkan hasil tinjauan langsung ke lokasi, makanan siap saji, makanan bayi, air bersih, dan selimut serta pakaian adalah kebutuhan yang paling vital dan mendesak bagi warga yang harus terpenuhi. Hal ini diakibatkan karena air yang masih menggenang,” jelasnya.
Hatim melanjutkan, proses distribusi bantuan juga tidak mudah. Ini karena tingginya air dan sulitnya medan menuju lokasi. Tim pun harus menggunakan perahu menuju lokasi warga yang mengungsi guna menyalurkan bantuan.
“Pos dapur air pun kita siapkan di Desa Tawarulondro Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe. Yang menyediakan minuman hangat berupa teh, susu, kopi dan sereal untuk sedikitnya melayani 885 jiwa yang masih berada di lokasi pengungsian,” pungkasnya.
Disamping itu, Pertamina terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menyalurkan bantuan dan menyiapkan daftar kebutuhan yang mendesak yang kemudian disampaikan kepada BUMN Donatur.
Menurut data BPBD Konawe Utara, jumlah pengungsi akibat banjir yang melanda daerah itu mencapai 7.513 jiwa, sementara 202 rumah dinyatakan rusak. Jumlah kepala keluarga yang terdampak secara keseluruhan sebanyak 1.905 kepala keluarga (KK) atau 7.513 jiwa.
Sebanyak 1.703 unit rumah, lima masjid, empat puskesmas dan tiga pasar tradisional terendam banjir. Bahkan empat jembatan dikabarkan belum bisa diakses. Sejumlah fasilitas pendidikan diantaranya 8 sekolah dan 3 SMP juga ikut terendam banjir.
Ibu Neneng salah satu korban terdampak banjir bandang di Desa Laloika Kecamatan Pondidaha Konawe menyatakan terimakasih atas bantuan makanan siap saji yang disalurkan oleh Pertamina kepada pengungsi yang terisolir di 3 Desa di Pondidaha.
“Ini sangat membantu warga yang masih bertahan di tengah- tengah banjir bandang yang merendam sampai atap rumah warga”, ujar Bu Neneng mewakili sekian banyak warga yang merasakan manfaat dari bantuan ini.
Penulis : Siti Marlina




