Pemkot Kendari Tunggu MoU PT SMI untuk Bangun Dua Megaproyek Ratusan Miliar

Sulkarnain Kadir.

Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah kota (Pemkot) Kendari akan membangun dua proyek besar dalam kota dengan anggaran begitu fantastis mencapai ratusan miliar.

Dua proyek tersebut yaitu Jalan Lingkar Dalam atau jalan lingkar dalam Kota Kendari biaya senilai Rp203 juta dan pembangunan rumah sakit anggarannya senilai Rp146 miliar.

Pembangunan dua proyek tersebut. Pemkot Kendari masih terkendala anggaran, karena menunggu kesepakatan kontrak kerjasama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang dapat memberikan anggaran tersebut.

-Advertisement-

Pembangunan Inner Ring Road ini akan berhubungan dengan jalan utama. Lokasi pembangunannya berada di dua kecamatan yaitu Kecamatan Kambu akan menghubungkan Jalan ZA Sugianto (Tapal Kuda / Samping RSUD Kendari) dan Jalan MT Haryono (Pertigaan Kampus UHO) serta kawasan Wua-wua akan menghubungkan Jalan MT. Haryono (Praja II) dengan Jalan Laode Hadi (Depan Taman Kali Kadia dan Trans Studio.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, pembangunan jalur lingkar dalam kota dilakukan untuk mencegah potensi kemacetan dan mengantisipasi pertumbuhan laju di Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) 20 sampai 30 tahun bahkan 50 tahun ke depan.

“Kami masih menunggu kesiapan PT. SMI. Doakan saja ya, mudah-mudahan semuanya lancar dan kita teken segera kerjasamanya,” kata Sulkarnain Kadir, Selasa 16 Februari 2021.

Menurut orang nomor satu di Kota Kendari ini, hadirnya dua ruas jalan baru ini diharapkan bisa membelah arus lalu lintas yang memulai macet di Kota Kendari.

“Ini yang coba kita persembahkan untuk masyarakat kota, sebagai bentuk pelayanan kita kepada masyarakat,” katanya.

Kemudian, pembangunan rumah sakit tipe D yang direncanakan di Kecamatan Puuwatu bakal menambah fasilitas layanan kesehatan di Kota Kendari.

Orang nomor satu di Kota Kendari ini juga mengaku, pembangunan rumah sakit, tipe D akan segera dimulai setelah penandatangan MoU antara pemkot dengan PT SMI.

“Pemerintah kota akan melakukan penandatanganan MoU dengan PT. SMI.
Saat ini sedang dipersiapkan penandatanganan kerjasamanya. Intinya dalam waktu dekat, kita akan teken MoU dengan PT SMI,” ungkapnya.

“Untuk menghadirkan sesuatu yang baik itu perlu waktu dan tidak bisa dilakukan terburu-buru. Semua harus dipersiapkan dengan matang dan terukur agar dalam realisasinya nanti tidak menemui kendala,” tambahnya.

Mantan Wakil Wali Kota Kendari mengatakan, pinjaman untuk pembangunan rumah sakit, karena kondisi anggaran Pemkot Kendari terbatas.

“Saya pikir ini bukan masalah, dari mana pun sumber anggarannya. Yang jelas ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kita kepada masyarakat, karena fasilitas yang kita hadirkan sendiri-mata untuk kepentingan bersama,” jelasnya.

Pembangunan rumah sakit tipe D yang berkapasitas 67 tempat tidur, kata Sulkarnain, karena alasan tingginya okupansi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari.

Sebenarnya kamar di RSUD Kota Kendari sudah tidak memadai untuk menunggu masyarakat Kendari. Meski banyak rumah sakit swasta, tapi kita menilai ini belum cukup untuk melayani seluruh kebutuhan masyarakat, “jelasnya.

Alasan lain untuk rumah sakit tipe D ini, karena saat ini di Ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ini masih dilanda pandemi Covid-19 dan belum ditahu sampai kapan akan berakhir.

“Kita belajar dari kejadian covid-19 kemarin saat awal pandemi. Masyarakat merasa tidak nyaman berobat karena khawatir ke rumah sakit nanti tertular Covid-19. Karena pelayanan kita pusatkan satu kawasan,
pelayanan covid di situ dan pasien umum juga disitu. Tapi dengan adanya rumah sakit tipe D ini memberikan rasa aman masyarakat ketika berobat, “jelasnya.

Hadirnya rumah sakit Tambah masyarakat ini dapat menambah kepercayaan untuk berobat dan nantinya juga dapat menjangkau pasien yang berasal dari luar Kota Kendari.

“Kalau ini terelalisasi, bukan hanya warga Kota Kendari yang akan merasakan manfaatnya. Tapi, warga dari luar Kendari seperti juga Konawe dan Konawe Utara yang membutuhkan penanganan medis serius,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments