
Baubau, Inilahsultra.com – Budidaya udang vaname dengan sistem bioflok supra intensif sebagai pilot projek (proyek percontohan) yang di lakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Dinas Perikanan membuahkan hasil.
Setelah budidaya berjalan selama tiga bulan dengan menabur 120 ribu benih di Balai Budidaya Perikanan Kolagana (BBPK) di Kelurahan Palabusa Kecamatan Lealea, udang vaname tersebut dipanen langsung Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse, Sabtu 15 April 2023.
Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse menuturkan, wilayah pesisir Kota Baubau sangat potensial untuk pengembangan budidaya air payau khususnya udang vaname.
Hal tersebut sejalan dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, dimana udang vaname merupakan jenis udang unggulan yang akan dijadikan prioritas dalam mencapai target produksi udang nasional.
Terlebih lagi, lanjut dia, komoditas ini sangat potensial dikembangkan untuk membangkitkan perekonomian dengan nilai ekspor yang cukup tinggi. Tak berlebihan, jika udang menjadi pilihan untuk bisa dilibatkan dalam upaya peningkatan ekonomi daerah ini.
“Dengan pelaksanaan panen hari ini, saya menaruh harapan besar agar demplot BBPK yang merupakan unit pelaksana teknis Dinas Perikanan Kota Baubau dapat menjadi tempat percontohan bagi penduduk sekitar dan masyarakat perikanan pada umumnya untuk belajar membudidayakan udang vaname,” tutur Monianse dalam sambutannya.
Kata dia, semua hal ini dapat terwujud jika ada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan teknis yang dilakukan dalam mengedukasi masyarakat dan kelompok-kelompok pembudidaya ikan agar dapat meningkatkan kemampuan/skill terkait teknik pembudidayaan udang vaname skala rumah tangga, sehingga diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir di Kota Baubau.
“Peluang investasi pada udang vaname di Kota Baubau sangat menjanjikan dengan dukungan infrastruktur yang ada, posisi Kota Baubau yang strategis serta akses dan peluang pasar yang terbuka. Keberadaan demplot BBPK ini dapat menjadi langkah awal yang baik agar bisa dilihat oleh investor luar untuk dijadikan peluang bisnis di Kota Baubau,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, Yulia Widiarti mengatakan, pada panen perdana ini dengan total empat demplot (diameter 5 dan 15) hasilnya sekitar 1-2 ton.
“Ini percontohan, kita harapkan kita akan lakukan pembinaan kepada masyarakat yang mau nantinya melakukan budidaya seperti ini, kita akan siapkan pembinaannya,” ujarnya.
Terkait target pasar, tambah Yuli, pihaknya masih memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Baubau lebih dulu karena memang ini baru pertama untuk Kota Baubau dan kebutuhan udang sangat tinggi.
“Dengan adanya demplot ini, pelan-pelan kita akan penuhi kebutuhan daerah kita. Budidaya udang vaname ini berhasil,” tandasnya.
Reporter: Muhammad Yasir




