Sampah Salah Satu Penyebab Utama Banjir di Kendari

Alat berat sedang membersihkan sampah sisa banjir.

Kendari, Inilahsultra.com – Berulang kali, setiap hujan deras mengguyur Kota Kendari, genangan hingga banjir terjadi hampir di seluruh kecamatan di Kota Kendari.

Dua hari terakhir, total sebanyak 11 kecamatan diterjang banjir. Selain itu, beberapa rumah ditimbun longsor. Di Kelurahan Sanua Kecamatan Kendari Barat ada satu warga meninggal dunia karena tertimbun longsor.

-Advertisement-

Reaksi publik di media sosial pun beragam. Ada yang membela Wali Kota Kendari Asrun dan tidak sedikit juga menghujat Asrun.

Bagi para penghujat, sebagian besar menganggap, banjir disebabkan karena kebijakan Asrun yang tidak pro lingkungan.

Namun, sebagian pihak banyak yang tidak menyadari bahwa selain kebijakan, masalah banjir disebabkan oleh timbunan sampah.

Ketua Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana Sultra,  Dr Eng Jamhir Safani menilai, sampah masyarakat salah satu penyebab terjadinya banjir di Kota Kendari.

“Salah satu contohnya, banyaknya sampah yang dibuang ke kali. Bahkan, baru kemarin banjir, sudah ada lagi warga yang buang sampah di samping jalan,” ungkap Jamhir beberapa waktu lalu.

Jamhir menyebut, mitigasi bencana bukan hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur berupa kanal dan drainase. Tetapi, perlu edukasi kepada masyarakat bahwa penyebab banjir salah satunya adalah sampah warga yang dibuang sembarangan.

“Kalau banjir, warga seperti menampar dirinya sendiri. Buktinya, bagaimana air mau mengalir ke laut, sementara alirannya ditutup sampah masyarakat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sudah saatnya masyarakat menyadari bahwa, selain faktor kebijakan teknis pemerintah, banjir terjadi karena tabiat masyarakatnya yang tidak tertib.

“Kita perlu pendidikan karakter sejak kecil. Harus dibiasakan membuang sampah pada tempatnya di dalam rumah tangga,” jelasnya.

“Pemerintah juga harus menciptakan kondisi ini dalam menyadarkan masyarakat. Harus ada jadwal pengambilan sampah oleh pemerintah setiap hari termasuk menyiapkan tempat sampah,” tambahnya.

Selain mengkritik masyarakat, Jamhir juga turut mengkritik kebijakan pemerintah yang belum membangun kanal atau pun embung menampung air.

Tidak hanya itu, aliran sungai besar perlu dilakukan revitalisasi karena salah satu penyebab banjir adalah pendangkalan di mulut sungai menuju Teluk Kendari.

“Semua pihak tidak perlu saling menyalahkan lagi. Perlu kerjasama kolektif untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Kedepan, tantangan Kendari adalah banjir. Untuk itu, perlu adanya konsep dan kajian ilmiah untuk menyelesaikan masalah banjir ini,” tuturnya.

Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Din

Facebook Comments