Pilgub Sultra Berpotensi Head To Head, Begini Penjelasan Pengamat

Najib Husen

Kendari, Inilahsultra.com – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra 2018 mendatang diprediksi bisa berpotensi hanya dua kandidat alias head to head.

Pengamat politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo Kendari Najib Husen menjelaskan, secara kalkulasi, Pilgub diharapkan tiga calon.

-Advertisement-

Namun, potensi hanya dua calon cukup besar karena persebaran kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sultra yang tidak merata.

“Kalau saya melihat ini hanya tiga calon. Tapi, bisa dua calon dan itu berpotensi besar dengan kondisi kursi yang ada,” jelas Najib kepada Inilahsultra.com, awal pekan lalu.

Di DPRD Sultra, ada 45 kursi. Hanya Partai Amanat Nasional (PAN) yang memperoleh kursi cukup untuk mengusung satu pintu tanpa koalisi dengan sembilan kursi.

“PAN bisa mencalonkan sendiri. Jika calon yang diusungnya menggunakan strategi menutup pintu maka kemungkinan itu hanya dua paslon,” jelasnya.

Najib mengaku khawatir, ada satu calon mengemban misi menutup peluang calon lain dengan memborong pintu. Hal ini dianggap bisa mengurangi biaya politik.

“Dari pada membiarkan calon lain mendapatkan pintu, lebih baik menutup pintu karena biaya politik sedikit,” paparnya.

Namun, lanjut dia, bila hanya dua kandidat yang bertarung, maka dinamika politik akan keras. Karena kedua paslon maupun timnya akan saling berhadapan.

“Dinamika head to head itu sangat keras karena tidak ada penyeimbang. Makanya kalau ada tiga calon maka ada dinamika politik yang terjadi,” ungkapnya.

Sejauh ini, sudah lebih 10 tokoh yang mewacanakan maju Pilgub Sultra. Mereka adalah Ali Mazi, Asrun, Ridwan Bae, Rusda Mahmud, Rusman Emba, Hugua, Amirul Tamim, Abdul Rahman Farizi, Supomo, Lukman Abunawas, La Suti Taka, La Ode Ida dan La Ode Masihu Kamaludin.

Jumlah kursi DPRD Sultra adalah PAN (9 kursi), Golkar (7 kursi) kursi, Demokrat (6 kursi), PDIP (5 kursi), PKS (5 kursi), Gerindra (4 kursi), Hanura (3 kursi), NasDem (3 kursi), PPP (2 kursi) dan PKB (1 kursi).

Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Din

Facebook Comments