
Muhammad Endang SA
Kendari, Inilahsultra.com – Dari 10 bakal calon (balon) gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sultra, hanya dua yang dipastikan melengkapi berkas.
Adalah Marsekal Muda Supomo dan Lukman Abunawas.
Ketua DPD Partai Demokrat Sultra Muhammad Endang SA mengatakan, secara resmi pendaftaran pengembalian berkas balon gubernur dan wakil gubernur di Demokrat sudah ditutup sejak 20 Juni 2017.
Yang dipastikan mendaftar adalah Rusda Mahmud, LM Sjafei Kahar (Wagub), Lukman Abunawas, Ali Mazi, La Ode Ida, Supomo, Ridwan Bae, LM Rusman Emba, Asrun dan Tina Nur Alam.
“Sudah dilakukan penelitian administrasi. Yang lengkap memenuhi seperti diminta panitia ada dua orang, pak Lukman dan pak Supomo,” ungkap Endang dalam konferensi pers di kantornya, Rabu, 21 Juni 2017.
“Yang lain belum lengkap namun sifatnya gampang misalnya hanya dua rangkap padahal kita minta tiga rangkap. Masing-masing satu rangkap akan diberikan kepada DPD, DPP dan untuk ketua umum pak SBY,” tambahnya.
Endang menyebut, berkas yang kurang dilengkapi oleh delapan kandidat itu berupa KTP dan ijasah. Tapi, kata dia, panitia sudah meminta agar segera dilengkapi.
“Kita sudah hubungi untuk segera dilengkapi. Kita berikan waktu tambahan tiga hari untuk lengkapi,” paparnya.
Menurut dia, bila berkas mereka tidak dilengkapi, bukan berarti akan langsung digugurkan. Dia menganggap, semua balon bisa memenuhinya.
“Tidak sesuatu yang sulit, utama KTP dan ijasahnya. Kan tinggal dilegalisir saja. Kami akan terus mendesak. Saya berpendapat bahwa mereka bisa selesaikan itu,” katanya.
Endang mengaku berterimakasih bahwa partainya dilirik oleh balon kepala daerah yang kompeten. Padahal, syarat yang diminta panitia sangat berat.
“Ini kepercayaan luar biasa. Ini kami akan jaga kepercayaan dengan melaksanakan penjaringan yang fair, transparan dan terbuka,” ujarnya.
Menurut dia, indikator Demokrat dalam mengusung calon yang pertama adalah elektabilias. Kedua, koalisi partai. Mereka harus membawa minimal tiga kursi dukungan partai.
“Kalau ada dua orang bawa tiga maka kita akan memilih siapa yang kami anggap nyaman,” jelasnya.
Ketiga, logistik. Dia menyebut, kemampuan logistik calon sangat menentukan dalam pilkada. Dia mencontohkan Adriatma Dwi Putra yang bisa menang di Pilwali padahal surveinya tidak tercatat pada peringkat pertama.
“Survei tidak tempatkan ADP di peringkat pertama, tapi menang karena kemampuan logistiknya,” pungkasnya.
Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Herianto




