Pemkab Buton Siapkan 350 Hektar Lahan Pengembangan Kawasan Transmigrasi

Kadis Nakertrans Buton Laode Asruddin (Kiri) dan Kadis Nakertrans Sultra Saemu Alwi (Tengah).


Pasarwajo, Inilahsultra.com – Empat kecamatan di Kabupaten Buton diusulkan sebagai pengembangan areal transmigrasi baru. Hal ini untuk membuka kesempatan kepada warga yang belum memiliki rumah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Buton Laode Asruddin mengatakan, selama ini satu-satunya yang menjadi fokus pemerintah daerah untuk pengembangan transmigrasi pada Desa Lapokamata Kecamatan Lasalimu Selatan. Di desa ini ada sekitar 350 Hekter lahan yang ditempati 170 KK. Mereka berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan warga lokal.

-Advertisement-

“Pengembangan tahun depan menunggu SK Menteri Transmigrasi. Rencananya mencakup empat kecamatan yakni, Kecamatan Wolowa, Siontapina, Lasalimu Selatan, dan Lasalimu. Ini perencanaan kedepan,” ujarnya.

Untuk transmigrasi ini, kewajiban pemerintah memberikan hak lahan sebesar 0,2 hektar untuk pekarangan dan 1 hektar untuk perkebunan. Selama 3 tahun, pemerintah akan memberikan jaminan hidup.

“Saat ini hanya Lapokamata yang sudah dikelola dari tahun 2015. Bahkan masyarakat yang dominan sebagai petani sudah memasarkan tanaman holtikultura,” jelasnya.

Laode Asruddin berharap, program transmigrasi tetap mengacu pada visi dan misi Bupati Buton. Dimana akan menjadikan Kabupaten Buton sebagai kawasan bisnis dan budaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin bertransmigrasi dan diberi jaminan hidup selama tiga tahun.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sultra Seamu Almi mengatakan, transmigrasi sudah banyak memberikan masukan bagi daerah. Bahkan 30 persen hasil pertanian dipasaran berasal dari daerah transmigrasi.

“Tidak dipungkiri 30 persen hasil pertanian disumbang dari para transmigrasi,” singkatnya.

Reporter: Nia
Editor: Din

Facebook Comments