Rekomendasi Golkar ke Ali Mazi Belum Final

Hamka Baco Kady


Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar baru saja menggelar pertemuan dengan pengurus DPD Golkar Sultra terkait rekomendasi yang diberikan kepada Ali Mazi untuk maju Pilgub Sultra 2018 mendatang.

Dari hasil pertemuan itu, surat keputusan (SK) yang diberikan ke Ali Mazi masih bisa berubah.

-Advertisement-

Koordinator Wilayah Sulawesi DPP Golkar Hamka Baco Kady melalui telepon selulernya mengaku, SK yang diberikan ke Ali Mazi belum final.

“SK belum final. Masih proses karena disitu dikatakan mencari calon wakil. Tidak ada peninjauan atas SK tersebut, tapi masih bisa berubah tergantung kondisinya,” ungkap Hamka, Rabu 18 Oktober 2017.

DPP, kata dia, telah mengeluarkan surat agar Ali Mazi segera berkoordinasi dengan DPD Golkar Sultra untuk membahas wakil. Minimal, ada tiga orang calon wakil yang harus diusulkan bersama ke DPP.

“Harus ajukan wakil. Masih proses karena di situ dikatakan mencari calon wakil. Kalau tidak ada yang cocok maka akan ditinjau ulang,” ujarnya.

Hamka kembali menegaskan bahwa SK yang dipegang Ali Mazi belum final dan jika koordinasi tidak dilakukan dengan DPD Golkar Sultra maka bisa saja SK tersebut ditarik.

“Masih ada klausul harus konsultasi ke DPD I dan mengajukan bersama-sama wakil,” tekannya.

“SK itu sementara dan belum final. Masih bisa berubah terserah keadaan kalau harus dirubah kenapa tidak, kalau tidak kenapa harus,” tambahnya.

Bila Ali Mazi tidak menggelar koordinasi dengan Golkar Sultra, maka Hamka menganggap itu kesalahan Ali Mazi sendiri.

“Belum diproses karena belum final. SK yang dipegang sementara. Jangan kita andai-andai dulu. Kalau tidak lakukan (koordinasi) kesalahan dia. Yang jelas, normatifnya belum final. Masih proses panjang,” ujarnya.

Terkait Ali Mazi yang sudah mengusung sendiri wakilnya bersama Lukman Abunawas, Hamka menyebut tidak pernah mengusung nama tersebut. Sebab, DPP meminta agar Ali Mazi segera berkoordinasi dengan Golkar Sultra untuk penentuan wakil itu.

“Karena rapat bersama ketum, semua harus melalui mekanisme. Masih ada proses yang harus dilalui, kalau tidak penuhi maka tidak akan (keluar SK). Kita harapkan wakilnya dari Golkar,” pungkasnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor  : Jumaddin Arif

Facebook Comments