Awal Desember Audit BPKP Keluar Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Buku

Ilustrasi Kasus Korupsi Pengadaan Buku

Kendari, Inilahsultra.com – Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Tenggara (Sultra) atas pengadaan buku di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Sultra tahun 2015 akan keluar awal Desember 2017 mendatang.

Audit tersebut sebagaimana atas permintaan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari terkait kasus yang tengah ditanganinya yakni dugaan korupsi pengadaan buku yang mengakibatkan kerugian negara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendari, Sopran Telaumbanua SH melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Kejari Kendari Febriyan SH MH bahwa hasil audit dari BPKP Sultra terkait pengadaan buku akan keluar paling lambat awal Desember 2017 mendatang.

-Advertisement-

“Akhir bulan ini (November) atau paling lambat itu awal Desember 2017 mendatang sudah keluar hasil auditnya, ” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 24 November 2017.

Ia menambahkan, permintaan untuk dilakukan hasil audit oleh pihak BPKP Sultra itu sudah dimasukkan sejak Oktober lalu. Akan tetapi, sampai saat ini BPKP Sultra sama sekali belum mengeluarkan hasil auditnya.
“Sejak sebulan lalu kita masukkan permintaan untuk dilakukan audit, “ tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kendari Tajuddin SH mengungkapkan, atas dugaan korupsi pengadaan buku ini sebanyak 22 ribu buku, pihaknya telah menetapkan tiga orang tersangka yang diduga paling bertanggung jawab.

“Sudah tiga orang tersangka yakni Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sultra selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), La Ongke, Kepala Bidang Deposit dan Pengembangan Badan Pustaka selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Djalil, dan pihak rekanan yakni Jamal, ” jelasnya.

Hanya saja, sambungnya, ketiga tersangka tersebut belum dilakukan penahanan dengan alasan masih menunggu hasil audit atas kasus dugaan korupsi tersebut.

“Kita belum lakukan penahanan, karena kita pastikan dulu berapa jumlah total kerugian negara. Sekarang kita masih lakukan pengembangan fakta lain, dan kita berharap ada perkembangan baru, ” pungkasnya.

Reporter : Rudinan

Editor      : Aso

Facebook Comments