Sisir Problem Pembangunan di Sultra, Teguh Setyabudi Rapatkan Semua Kadis

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Sultra, H Kusnadi.

Kendari, Inilahsultra.com –  Pj Gubernur Sulawesi Tenggara, Teguh Setyabudi mengumpulkan seluruh kepala SKPD di Rujab Gubernur Sultra, Selasa, 13 Maret 2018. Rapat koordinasi jilid II ini digelar untuk menyisir permasalah pembangunan yang belum tertuntaskan di seluruh dinas lingkup pemprov Sultra.

Dalam keterangan pers pada sejumlah media,  Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Sultra H Kusnadi menyatakan, pertemuan dipimpin PJ Gubernur Sultra tersebut merupakan rangkaian rapat koordinasi lanjutan. Dimana seluruh kepala dinas diwajibkan mempresentasikan kendala rill dan dilingkup instansi dipimpinnya.

“Ini pertemuan kedua. Semua SKPD hadir. Karena yang lalu ada beberapa kadis sudah memaparkan permasalah di instansinya. Rapat koordinasi ini kadis yang belum menyampaikan laporan minggu lalu yang presentase,” jelas Kusnadi.

Carut marut permasalahan di Sultra mengemuka di tengah rapat. Seperti diungkap Dinas Pertambangan Sultra. Penerbitan IUP secara asal-asalan banyak menimbulkan masalah hingga mengorbankan masyarakat pemilik lahan dan kalangan petani.

Laporan ini sinkron dengan keluhan beberapa bupati saat rapat koordinasi bersama kepala daerah dipimpin Teguh Senin 12 Maret 2018. Banyak laporan miring menyebut penerbitan IUP di daerah tidak dibarengi action nyata dari investor.

Selanjutnya, ujar Kusnadi, di lingkup Dinas Pendidikan Sultra, peralihan pegawai yang tertuang dalam Personel Peralatan Pembiayaan dan Dokumen (P3D) diketahui banyak yang masih terbengkalai.

“Gubernur meminta peralihan staff ke provinsi diselesaikan cepat di lingkup Diknas cepat diselesaikan. Masalah pengadaan barang dan jasa juga disinggung,” tambah Kusnadi.

Di sektor olahraga, Teguh menginstruksikan revitaliasasi dua sarana olah raga yakni Stadion Dayung dan Stadion Lakidende.

Kepala BPSDM Kemendagri itu turut menyinggung soal asset Pemprov yang masih dalam status bersengketa.  Ia meminta agar asset daerah yang diklaim pihak lain segera ambil alih.

“Ada tanah milik Pemprov yang masuk asset pemda tapi masih penguasaan warga. Pak gubernur minta ini diselesaikan cepat. Tidak dibiarkan berlarut-larut. Diantaranya Lakidende  diverifikasi dimanfaatkan PGSD P2ID,” terang Kusnadi.

Tidak melulu mendengarkan laporan dari Kadis, Teguh banyak memberi masukan mengenai program prioritas dan pembenahan di sejumlah sektor.

Maklum, meski baru sebulan menjabat Gubernur Sultra, pada inilahsultra.com Teguh mengaku mulai memetakan sejumlah permalahan pembangunan di Sultra. Pemetaan tersebut menjadi skala prioritas kinerjanya disamping tugas utama mengawal Pilkada Serentak  2018.

Beberapa masukan penting disampaikan PJ Gubernur Sultra antara lain penguatan brand Sultra  untuk seluruh komoditi lokal yang punya potensi ekspor. Baik di sektor perikanan, perkebunan maupun pertanian. Termasuk juga aneka kerajinan lokal.

Dalam beberapa rangkaian kunker ke Kolaka, Konawe, Baubau, Buton dan Busel, Teguh melihat Sultra punya banyak produk lokal unggulan yang memiliki nilai jual tinggi dan berkontribusi mendongkrak PAD.

“Kelemahan disisi branding. Pada Disperindag, Pak Gubernur minta agar ada label Sultra untuk semua produk lokal. Di Pariwisata juga Pak Gubenur pesan agar spot wisata seperti Bokori Water Spot dan Masjid Agung dikelola maksimal. Tiga spot ini dijadikan ikon Sultra, bangun jaringan koneksi trip wisata ke tiga titik ini untuk menarik wisatawan,” urai Kusnadi panjang lebar.

Reporter : Siti Marlina

Editor      : Aso

Leave a Response