
Kendari, Inilahsultra.com – Menjelang bulan puasa, harga sembilan bahan pokok (Sembako) di pasar tradisional Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) masih dalam kondisi stabil (bulan puasa) 2018.
Misalnya saja di Pasar Basah Mandonga, harga Sembako masih dalam keadaan normal. Seperti, harga terigu dijual Rp 8 ribu per kilogram, gula pasir Rp 12 per kilogram, minyak goreng Rp 12 per liter, cabe rawit Rp 25 perliter, kemudian harga beras kepala Rp 8 perkilo, dan beras super masih Rp 10 per liter. Untuk harga telur ukuran kecil Rp 40 per rak dan ukuran besar Rp 47 per rak.
“Kami pedagang kalau menaikan harga itu tergantung harga yang kami ambil dari distributor. Jadi kalau para distributor menaikan harga, maka kami juga menaikan harga barang di pasaran,” kata salah seorang penjual sembako di Pasar Basah Mandonga, Muharam, Minggu,13 Mei 2018.

Sementara untuk bawang merah mengalami kenaikan. Dimana, sebelumnya Rp 25 ribu per kilogram kini dijual dengan harga Rp 35 ribu per kilogram dan bawang putih sebelumnya Rp 25 ribu per kilogram sekarang Rp 35 ribu per kilogram.
“Kenaikan bawang merah dan bawang putih ini, karena tidak bertepatan dengan musim panen di Sulawesi Selatan dan saat ini stoknya kami sangatlah terbatas,” ucapnya.
Muharam belum bisa bisa memastikan, apakah saat puasa nanti atau jelang Idul Fitri harga sembako akan mengalami keniakan.
“Dari pengalaman tahun-tahun kemarin menjelang lebaran harga sembako mengalami kenaikan,” tuturnya.
Udin yang juga penjual Sembako di Pasar Tradisional Anduonohu mengungkapkan, saat ini belum ada kenaikan harga Sembako. Begitu juga dengan kondisi pasar saat ini masih seperti hari-hari sebelumnya.
“Blum ada antusias masyarakat yang datang berbelanja untuk kebutuhan rumah tangga persiapan menyambut bulan suci ramadhan,” tuturnya.
Padahal, sambung dia Pembukaan puasa tinggal 3 hari lagi, tapi pasar masih sepi pengunjung.
“Ini berbeda dengan suasana tahun lalu. Pada tahun sebelumnya, 5 hari sebelum pembukaan puasa pasar sudah dipadati pengunjung. Saya tidak tau apakah ini pengaruh dari banyaknya pasar yang ada di Kota Kendari saat ini atau bagaimana,” heran dia.
Reporter : Haerun
Editor : Aso





