
Ridwan Bae
Kendari, Inilahsultra.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) golkar Sultra Ridwan Bae merefiew kembali perjalanan Golkar di Sultra di hadapan ratusan pengurus tingkat daerah dan DPP dalam acara orientasi fungsionaris Partai Golkar tingkat provinsi 2018.
Ridwan menyebut, di zamannya, partai berlambang beringin pernah berkuasa di bumi anoa, terlebih di era Orde Baru, kekuasaan Soeharto.
“Sekarang yang hadir dalam acara ini adalah orang pilihan dari Golkar. Di pundak saudara semua harapan kami letakan. Ingat Sultra pernah menjadi jazirah Golkar,” katanya, Senin 11 Juni 2018.
Ridwan menjelaskan, di zaman Gubernur Sultra La Ode Kaimoedin, sebanyak 97 persen kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra ditempati kader Golkar.
“Nanti saat reformasi kita turun, jatuh,” katanya.
Keterpurukan Golkar semakin menjadi tatkala dirinya berkonflik dengan Ali Mazi.
“Setelah berkelahi dengan Ali Mazi kita turun jatuh lagi,” ujarnya.
Belajar dari kasus seterunya dengan Ali Mazi, Ridwan menyebut adalah kecelakaan politik. Sebab, yang berkonflik adalah sesama kader Golkar.
“Saya bilang ke Ali Mazi ini kecelakaan politik dan tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.
Golkar kembali menjadi jawara saat Nur Alam menjadi Gubernur Sultra pada 2009 silam. Saat itu, Golkar memperoleh sembilan kursi dan PAN–partai pimpinan Nur Alam–hanya mendapatkan tujuh kursi.
“Namun pada periode kedua Nur Alam menguasai semua bupati. PAN dapat sembilan kursi dan Golkar tujuh kursi,” katanya.
Meski sedikit kepala daerah dari Golkar, Ridwan menyebut kadernya sukses bertahan dari gerusan partai lain.
Di DPRD tingkat kabupaten, Golkar secara total memperoleh 43 kursi. Angka ini cukup rasional di tengah keterpurukan beberapa partai lain.
Di Pilcaleg 2019 nanti, Golkar Sultra memasang target yang cukup besar. Sebanyak 103 kursi di tingkat kabupaten atau kota dan 12 kursi di tingkat provinsi.
Target ini, kata Ridwan, telah melalui pertimbangan, kajian dan telah dihitung dengan matang. Sebab, ada beberapa kepala daerah yang baru saja bergabung dengan rindangnya beringin, Bupati Wakatobi, Arhawi dan Bupati Buton, La Bakry.
“Di Wakatobi kita hanya satu kursi. Pak Arhawi janjikan sembilan sampai 10 kursi,” tuturnya.
Seluruh target ini, kata dia, bisa terealisasi bila seluruh kader solid. Ia mencatat, kader Golkar di Sultra sebanyak 43.301 orang.
“Harapan saya, konsep kita harus berusaha semua. Sebab, ketika anda masuk berpartai di Golkar maka hak politik anda telah diambil oleh Golkar,” pungkasnya.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




