Jemaah Haji Dilarang Muat Air Zamzam, Berat Barang Bawaan Dibatasi

429
 

Kendari, Inilahsultra.com – Seluruh jemaah haji telah melalui rangkaian ibadah haji. Tidak terkecuali, jemaah asal Sultra.

Setelah semua prosesi haji rampung, mereka akan pulang ke tanah air dalam beberapa pekan ini.

- Advertisement -

Biasanya, dari tanah suci, jemaah haji membawa oleh-oleh tidak terkecuali air Zam-zam.

Namun demikian, setiap jemaah dilarang membawa barang berlebihan. Juga dilarang memuat air Zam-zam dalam bagasi.

Setiap barang bawaan akan dihitung beratnya. Bila melebihi, akan disita di Bandara Arab Saudi.

Namun sebelum itu, Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi lebih dulu menimbang koper para jemaah.

Pengawas Penimbangan Koper Jemaah Haji Sultra Abdul Wijaya Basry mengaku, terdapat delapan ketentuan tentang penimbangan bagasi dan barang bawaan jemaah haji.

“Salah satunya dilarang memasukan air Zamzam dalam koper (bagasi) dan membawa parfum melebihi 100 ml,” kata Abdul Wijaya Basry melalui pesan WhatsAppnya, Selasa 28 Agustus 2018.

Jemaah haji asal Sultra, sambung dia, akan mendapatkan air Zamzam di debarkasi masing-masing setelah tiba di Indonesia.

“Jemaah Sultra mendapatkan jatah air Zam-zam 5 liter bagi setiap jemaah usai tiba di tanah air,” katanya.

Pria asal Buton ini menjelaskan, jatah air Zam-zam tersebut berasal dari maskapai dengan ketentuan mengacu pada nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Kemenag dan pihak penerbangan terkait bawaan air Zamzam jemaah.

Selain itu, dalam ketentuan lainnya surat edaran Kepala Daerah Kerja Mekkah, Abdul Wijaya Basry menyebut, tempat penimbangan dilakukan sesuai dengan penempatan hotel jemaah.

“Penimbangan bagasi akan dilakukan 48 jam sebelum take off pesawat, jemaah haji hanya diperbolehkan membawa paspor, tas tentengan (tas kabin) berat maksimal 7 Kg dan koper bagasi 32 Kg,” jelasnya.

Perusahaan penerbangan hanya akan mengangkut tas yang ditenteng dan koper yang diberikan oleh pihak penerbangan.

“Dilarang membawa cairan melebihi 100 ml dalam tas tentengan kecuali obat-obatan, benda yang mengandung aerosol, gas, magnet, senjata tajam, dan mainan yang menggunakan baterai harap dilepas,” jelasnya.

Koper yang masuk bagasi itu, lanjut dia, dilarang menggunakan pelindung net atau jaring dan tali tambang. Hal ini untuk memudahkan para petugas maskapai dalam menimbang barang bagasi jemaah haji tahap pertama di hotel tempat menginap jemaah.

Kemudian, pada tahap pemeriksaan koper kedua di Bandara King Abdul Aziz Jeddah akan diperiksa kembali apabila masih terdapat air Zamzam. Pemeriksaan di Bandara didampingi PPIH.

“Selaku PPIH Arab Saudi, kami bertugas mengawasi penimbangan untuk menghindari adanya transaksi jemaah dengan petugas maskapai yang bisa melebihi kapasitas yang telah di tentukan,” katanya.

Pria yang biasa disapa Wahid ini mengharapkan, kepada jemaah haji Sultra agar betul-betul memperhatikan ketentuan yang telah ditetapkan oleh PPIH.

“Jangan sampai barang bagasinya di bongkar hanya gara-gara melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh PPIH Arab Saudi,” harapnya.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...