Dirjen IKM Kunjungi Produsen Camilan Organik di Konsel

514
 

Kendari, Inilahsultra.com – Direktur Jenderal IKM Gati Wibawaningsih menyempatkan menyambangi sentra produksi makanan ringan di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan, Senin 27 Agustus 2018.

Produk camilan ini menarik perhatian lantaran proses dan komposisi berbahan organik.

- Advertisement -

Didampingi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra, rombongan Kementrian Perindustrian RI ini terjun melihat langsung bagaimana proses produksi aneka camilan organik. Mulai dari tahapan pengolahan bahan baku, penggorengan hingga pengemasan.

Aneka camilan organik tersebut dikelola seorang ibu rumah tangga bernama Fausia. Dengan label UD Sederhana, home industri ini memasok ribuan makanan ringannya ke berbagai toko hingga supermarket besar di Kota Kendari.

Di tengah maraknya produk makanan, kata Gati, camilan organik UD Sederhana diyakini mampu bersaing. Apalagi kini banyak masyarakat cenderung memilih makanan sehat berbahan organik tanpa bahan pengawet.

“Konsumen sekarang banyak yang back to nature. Rasanya juga enak. Tidak pakai pengawet, bahan baku (pisang, ubu,red) pakai pupuk organik,” ujar Gati memuji hasil kreasi makanan ringan UD Sederhana.

Produk camilan ini, lanjut Gati hanya perlu meningkatkan kualitas kemasan agar terlihat lebih menarik dan membuat makanan lebih awet. Tidak menutup kemungkinan olahan camilan organik UD Sederhana kedepan bisa dipasarkan secara online melalui marketplace mitra Kementrian Perindustrian RI.

“Kita ada program untuk perbaikan kualitas kemasan IKM. Kedepan kita dorong ini lewat dana pusat “Rumah Kemasan”. Potensinya bagus sekali. Makanan ini kalau dibawa ke Jakarta peminatnya pasti banyak,” puji

Makanan ringan dirintis Fausia sejak tahun 2006 memasarkan lebih dari 8 varian. Diantaranya keripik pisang, keripik labu, keripik mete dan camilan kacang.

Kata Fausia, peminat camilan organik UD Sederhana sangat banyak. Mereka bahkan kewalahan melayani permintaan pasokan dari berbagai supermarket di Kota Kendari.

Untuk merambah pasar di luar Sultra, UD Sederhana terkendala masa kadaluarsa makanan. Maklum, camilan organik ini sama sekali tidak memakai bahan pengawet. Sehingga konsentrasi pemasaran sementara hanya fokus di kabupaten terdekat seperti Kota Kendari dan Kabupaten Konawe.

“Ada banyak permintaan dari luar tapi belum bisa kami penuhi. Yang disini saja kadang kewalahan penuhi. Ini makanan juga kan tidak lama tahannya karena tidak pakai bahan pengawet. Bisa rusak di perjalanan,” ujar Fausia yang begitu antusias menyambut kunjungan Ditjen IKM Kemenperin RI.

Meski berskala kecil, usaha rumahan ini diketahui mampu meraup omset hingga 50 juta perbulan. Home industri produk makanan tersebut juga telah merekrut 11 tenaga kerja untuk memenuhi ribuan pesanan camilan organik perhari.

Kunjungan Ditjen IKM Kemenperin RI di Kendari dalam rangka membuka agenda pelatihan dan pendampingan kepada Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan (PFPP) di seluruh Indonesia. Sultra menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan nasional yang melibatkan 200 pelaku IKM se-Indonesia.

Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...