
Kendari, Inilahsultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi memastikan rencana jembatan penghubung daratan Pulau Muna dan Pulau Buton bakal terealisasi di era kepemimpinannya bersama Lukman Abunawas.
Diwawancarai usai menghadiri ritual Pekande-kandea di Masjid Keraton Kota Baubau pekan lalu, Ali Mazi menyatakan penggarapan proyek Baruta-Kolagana mulai berjalan tahun 2019.
“Tahun 2019 sudah kita ajukan. Diupayakan lewat APBN,” terang Ali Mazi.
Politikus NasDem itu mengatakan agenda pembangunan jembatan layang Muna-Buton sejatinya bukan merupakan project baru.
Sejak periode pertama menduduki kursi 01 Sultra, Ali Mazi menyebut sudah menggagas ide membangun proyek infrastruktur mercusuar itu.
Hanya saja, janji tersebut belum bisa dituntaskan hingga masa jabatan Ali Mazi berakhir. Tak pelak, ketika kembali memimpin Sultra, ide tersebut masuk dalam deretan atas proyek monumental diwujudkan duet Ali Mazi-Lukman Abunawas.
“Itu ide saya dari 15 tahun lalu. Semoga kali ini tidak ada kendala lagi,” tukasnya.
Lima belas tahun, saat Ali Mazi perdana menjabat Gubernur Sultra proyek jembatan layang Baruta-Kolagana ditaksir menelan anggaran hingga Rp 380 miliar lebih.
Kini, realisasi proyek infrastruktur itu diprediksi Ali Mazi bakal menyedot anggaran triliunan. Inilah mengapa, pendanaan proyek tersebut diupayakan melalui APBN.
“Dulu itu butuh anggaran Rp 380 miliar. Sekarang pasti naik. Bisa triliunan,” tambahnya.
Selain jembatan layang Muna-Buton, Ali Mazi menyatakan program infrastruktur berskala besar yang akan dikebut diawal pemerintahannya adalah Pembangunan Rumah Sakit Jantung berskala internasional di Kota Kendari dan Gedung Perpustakaan Modern.
“Rumah sakit jantung nanti dibangun 17 lantai. Itu nanti diupayakan pakai APBD,” jelas Ali Mazi.
Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman




