
Baubau, Inilahsultra.com – Perusahan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Baubau sedang mengalami defisit daya. Akibatnya, PLN harus melakukan pemadaman listrik secara bergilir.
Manager Jaringan PLN UP3 Baubau, Muhammad Minggus mengatakan, kondisi listrik di Wilayah Kota Baubau mengalami defisit karena ada pemeliharaan mesin pembangkit di PLTU Baruta.
“Kapasitas 6 MW namun bisa di tutupi dengan PLTD di daerah Buton sehingga kita masih mengalami defisit sebesar 2 MW,” jelasnya, Rabu 7 November 2018.
Menurut dia, siang hari tidak mengalami defisit. Namun malam hari mengalami defisit 3 MW sampai 4 MW. Kondisi itu disebabkan pengunaan listrik lebih banyak pada malam hari ketimbang siang hari.
Wilayah layanan listrik PLN ULP Kota Baubau mengaliri listrik untuk wilayah Baubau, Buton Tengah (Buteng), Buton Selatan (Busel), Buton, serta Buton Utara (Butur).
Pemeliharaan rutin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Baruta dilakukan sejak awal Oktober lalu. Kondisi itu akan terus berlangsung sampai akhir November 2018.
“PLTU Baruta merupakan penyuplai sebagian besar sistem kelistrikan di Baubau, dengan dua pembangkit yang masing-masing kapasitas 6 MW. Tetapi selama dua bulan ini dilakukan pemeliharaan secara bergantian. Makanya ketika salah satu pembangkit diperbaiki, maka suplai daya berkurang,” jelasnya.
Untuk kedepannya, PLN ULP Area Kota Baubau sedang melakukan pembangunan pembangkit listrik PLTMG di wilayah Kalialia untuk mengantisipasi adanya defisit lagi.
“Tahun depan mudah-mudahan sudah bisa beroperasi, apabila sudah beroperasi PLTMG berkapasitas 30 MW ini kita bahkan bukan lagi mengalami defisit malahan kita mengalami surplus atau kelebihan daya sebesar 15 MW,” jelasnya.
Untuk pembangunan PLTMG ini, PLN mengklaim sudah mencapai 40 persen. Pembangunannya ditarget rampung hingga bulan Desember 2018.
Sementara Manager PLN ULP Baubau Kota Yusron Effendi mengimbau masyarakat untuk bijak dalam mengunakan listrik.
“Kita imbau masyarakat untuk menghemat listrik karena semakin menghemat listrik angka defisitnya makin berkurang,” jelasnya.
Yusron juga meminta maaf akibat adanya pemeliharaan mesin pembangkit listrik di PLTU Baruta membuat masyarakat tidak nyaman dengan adanya pemadaman bergilir.
Reporter: LM Arianto




