
Kendari, Inilahsultra.com – Tiga warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang bekerja di Tempat Penampungan Ikan (TPI) Jayanti Kendari diduga tidak memiliki dokumen lengkap.
Adanya WNA tak memiliki dokumen lengkap diduga karena lemahnya sistem pengawasan dari Imigrasi Kelas I Kendari dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terhadap WNA.
Informasi yang dihimpun Inilahsultra.com di lapangan, tiga warga Tiongkok ini ternyata sudah enam bulan bekerja di Tempat Penampungan Ikan (TPI) Jayanti tanpa memiliki dokumen lengkap.
“Kita sudah beberapa kali mengadukan keberadaan WNA ini pada pihak Jayanti, namun tidak ditanggapi, bahkan sampai hari ini ketiga WNA masih leluasa bergerak di Jayanti ini,” kata Fajar, salah seorang pekerja di TPI, Kamis 20 Desember 2018.
Lanjut Fajar, dirinya bersama rekan-rekannya merasa dirugikan dan diambil haknya dengan keberadaan WNA ini. Karena mereka membeli ikan di kapal-kapal nelayan dan kembali menjual kepada warga di Jayanti ini.
“Saya yakin ada permainan antara WNA dan TPI Jayanti, buktinya saja beberapa pengaduan kami tidak dihiraukan. Ini menjadi pertanyaan besar buat kami sebagai pekerja di sini,” jelasnya.
Sementara pantauan Inilahsultra.com,
pihak Imigrasi Kendari dan
Disnaketrans Sultra melakukan pengecekan di TPI Jayanti. Namun pihak jayanti hanya menghadirkan dua WNA untuk diperiksa dokumennya sementara WNA satunya bersembunyi dalam ruangan lain.
Dikonfirmasi kepada Sub Seksi (Kasubsi) Intelejen Imigrasi Kendari Rio Adha usai keluar dari ruangan mengatakan, pihaknya baru mengetahui WNA sudah berkeliaran bahkan bekerja di TPI Jayanti.
“Kami baru tahu, betul kami baru tahu ada WNA, setelah warga yang melapor,” ucapnya singkat.
Berkait dokumen, kata Rio Adha, pihaknya sudah mengecek dan saat ini ketiga WNA akan dibawa di Imigrasi Kendari untuk dilakukan pemeriksaan. Jika tidak surat-surat lengkap maka akan dideportasi.
“Kalau tidak ada dokumen kami akan deportasi ketiga WNA asal Tiongkok ini,” katanya.
Sementara itu, perwakilan dari pihak
Disnaketrans Sultra Amrullah mengaku, pihaknya tidak mengetahui juga keberadaan tiga WNA asal Tiongkok ini.
“Maka mungkin kita tahu, banyak urusannya kita dan kami baru tahu ketika ada laporan ini. Makanya kami ke Jayanti sini,” kata singkatnya sambil menuju mobil.
Sementara itu, beberapa awak media mencoba menkonfirmasi pada pihak TPI terkait keberadaan WNA langsung meninggalkan ruangan dan melarikan diri.
Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman




