IRT di Desa Lemo Butur Dilatih Kelola Ikan Bernilai Ekonomis

410
 

Buranga, Inilahsultra.com – Kelompok ibu rumah tangga (IRT) nelayan di Desa Lemo Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara (Butur) dilatih mengolah makanan berbahan ikan sehingga bernilai ekonomis, Selasa 19 Maret 2019. Sehingga kedepan tidak ada lagi ikan yang terbuang percuma karena tidak terserap pasar.

Tenaga Ahli Bupati Butur Bidang Perikanan dan Pertanian Musida Arifin mengatakan, ikan olahan kelompok wanita nelayan ini pada umumnya dijadikan bahan baku, konsumsi rumah tangga, hingga untuk kebutuhan dijual.

- Advertisement -

Kelompok wanita nelayan ini, dilatih agar bisa memanfaatkan ikan sebagai sumber penghasilan yang memiliki nilai tambah. Selain itu, agar tidak ada lagi ikan yang terbuang percuna karena tidak terserap pasar.

“Kalau ikan lagi melimpah, maka tidak ada lagi yang dibuang percuma. Silahkan bawa ke kelompok wanita nelayan ini, pasti akan dibeli dan diolah,” kata Musida Arifin di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Butur, Selasa 19 Maret 2019.

Musida menjelaskan, ikan yang diolah pada umumnya yang tersisa tinggal daging. Kepala, isi perut, dan tulang telah dipisahkan. Daging ikan ini kemudian diolah setengah jadi dan dikemas seperti halnya nuget.

“Tapi kalau untuk kebutuhan rumah tangga diolah langsung untuk dikonsumsi. Kalau untuk dijual ke luar daerah dalam bentuk setengah jadi,” paparnya.

Musida menegaskan, kelompok wanita nelayan tak perlu khawarir jika ingin mengolah ikan. Pasalnya, pasar sudah siap menyerap hasil olahan ikan.

“Kita packing perkilo. Packing menggunakan nilon. Harganya diatas Rp 10 ribu. Tapi harga ini masih akan naik. Yang tampung disini Koperasi Konami,” jelasnya.

Olahan ikan lainnya, lanjutnya, diolah menjadi abon. Abon ikan ini nantinya akan mengisi pasar lokal mau pasar luar daerah. Sehingga para kelompok wanita nelayan tidak perlu khawatir jika mengolah ikan.

“Karena pasaran kita jelas,” tuturnya.

Semua bagian ikan, terang Musida, tidak ada yang terbuang. Selain daging yang bisa dijual, kepala, isi perut, dan tulang bisa dibuat menjadi pupuk organik.

“Kami sudah latih mereka untuk membuat pupuk organik ini. Jadi tidak ada ruginya karena semua bagian ikan dimanfaatkan,” ujarnya.

Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...