Muda Dalam Usia, Tua Dalam Ilmu

65
Haspiana

Kendari, Inilahsultra.com – Saat ini Negara Indonesia sedang menghadapi berbagai macam permasalahan menyimpang yang dilakukan oleh kalangan remaja, anak-anak hingga para pemimpin bangsa.

Permasalahan yang terjadi di Negara kita akhir-akhir ini tidak lepas dari persoalan karakter. Pendidikan karakter yang seharusnya didapatkan sejak kanak-kanak malah membuat anak tersebut menyimpang dari apa yang diharapkan.

- Advertisement -

Oleh karena itu, dunia pendidikan adalah sebagai benteng terakhir yang mampu menahan derasnya terjangan dekadensi moral yang melanda generasi bangsa.

Pendidikan karakter itu sendiri adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mengerti, menerapkan, dan mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki ciri khas yang dapat diterapkan dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa maupun bernegara.

Ada beberapa penyebab dari rusaknya pendidikan karakter, yaitu pengaruh budaya luar, minimnya pengetahuan agama, kelirunya sistem pendidikan serta kurangnya kesadaran dari individu itu sendiri.

Oleh karena itu, perlu cara untuk mengatasi kerusakan karakter pada diri peserta didik maupun masyarakat.

Pertama, memperkokoh keimanan atau akidah kepada Allah dengan cara selalu takut akan azab-Nya dan selalu merasa diawasi oleh Allah.

Kedua, menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga amanah dengan terus menjaga sikap, perilaku, sopan santun, dan disiplin serta taat akan aturan.

Kesimpulannya, pendidikan karakter di Indonesia belum berada pada tahap maju. Sehingga perlu diadakan perbaikan-perbaikan sistem pendidikan oleh pemerintah dan masyarakat guna membantu memperbaiki moral dan karakter anak bangsa.

Dari semua itu, pendidikan karakter dimasukkan dalam kurikulum pendidikan agar siswa dapat memahami dan merealisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu juga keluarga harus diberi kesadaran agar memberikan pendidikan karakter terhadap anak sejak usia dini sebagaimana fungsi dari keluarga yaitu unit terkecil dari jenjang pendidikan anak.

Baca Juga :  Sinkronisasi dan Metode Mudah Hitung Suara di TPS Pemilu 2019 Oleh: Hidayatullah. SH Ketua Presidium JaDI Sultra

Penulis : Haspiana

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo.

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here