Korban Banjir Lepolepo Mulai Jatuh Sakit, Tak Ada Posko Kesehatan Pemkot Kendari

144
Suasana pengungsian korban banjir di Kelurahan Lepolepo Kota Kendari.

Kendari, Inilahsultra.com – Ratusan warga di Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari yang terkena dampak bencana banjir di tenda pengungsian mulai terserang beberapa penyakit.

Salah satu korban banjir Marlina mengungkapkan, dari kemarin ada beberapa korban banjir yang sakit karena terserang penyakit demam dan gatal-gatal diakibatkan faktor cuaca yang tidak mendukung.

- Advertisement -

“Suami dan anak saya kemarin sakit demam, flu dan batuk tapi alhamdulilah sudah mulai ditangani tim kesehatan dari pihak kepolisian,” kata Marlina saat ditemui di tenda pengungsian, Senin 10 Juni 2019.

Ibu rumah tangga ini mengaku, tidak tahu pasti berapa jumlah korban banjir yang jatuh sakit, yang jelasnya kemarin dan hari ini banyak yang melakukan pengecekan kondisi kesehatan di Posko kesehatan Biddokes Polda Sultra.

Marlina mengaku, beruntung ada posko dari kepolisian yang membuka layanan kesehatan sejak banjir pertama. Ia pun menyayangkan tidak adanya posko kesehatan dari Pemerintah Kota Kendari.

“Seharusnya dalam kondisi seperti ini pemerintah Kota Kendari memberikan pelayanan kesehatan kepada warganya. Tapi kami bersyukur ada pihak kepolisian yang selalu siap memberikan pelayanan kesehatan kepada kami,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Posko kesehatan Biddokes Polda Sultra korban banjir yang jatuh sakit dan sudah berobat sampai saat ini sudah 7 orang.

“Korban banjir yang kita tangani ada 7 orang, 2 orang sakit gatal-gatal, 2 orang tinggi tensi, dan 3 orang mengalami flu, batuk dan demam,” kata Dokter Ika Eliana pengatur tingkat satu ICE Poliklinik Brimob Polda Sultra.

Lanjutnya, warga yang mengalami sakit gatal-gatal karena virus. Warga yang mengalami tensi tinggi dikarenakan tekanan darah tinggi. Kemudian, warga yang menderita flu, batuk dan demam dikarenakan faktor cuaca.

Baca Juga :  Terjerat Kasus Korupsi, Oknum PNS Pemkot Kendari Tunggu Dipecat

“Kami telah memberikan penanganan kepada mereka dan penyediaan obat yang dibutuhkan kami telah siapkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kota Kendari Suhardin mengaku tidak tahu jika ada korban banjir yang jatuh sakit.

“Saya tidak tahu kalau ada yang sakit, nanti saya telepon Ibu Rahmimingrum kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari untuk mengecek korban banjir yang sakit,” jelasnya.

Ia membenarkan saat ini belum ada posko kesehatan yang diberikan oleh pemerintah Kota Kendari untuk korban banjir.

“Info saya dengar sebentar sore dari Dinas Kesehatan Kota Kendari akan mendirikan posko kesehatan untuk menangani korban banjir yang jatuh sakit,” katanya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here