Pemkot Kendari Taksir Kerugian Akibat Banjir dan Longsor Rp 1 Miliar

170

Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menaksir kerugian akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa titik sejak Mei sampai Juni 2019 sekitar Rp 1 miliar.

“Berdasarkan data yang masuk di BPBD sekitar 1 Miliar kerugian, dan kami sudah laporkan pada pak Wali Kota Kendari,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari Suhardin, Senin 1 Juli 2019.

- Advertisement -

Kerugian terbesar terjadi di Kelurahan Lepolepo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga yang disebabkan luapan Sungai Wanggu dengan merendam ratusan rumah warga.

“Di Kelurahan Lepolepo sebanyak 150 kepala keluarga (KK) dan di Kelurahan Baruga ada 71 kepala keluarga (KK) semua terdampak banjir,” jelasnya.

Lanjutnya, pihaknya telah melakukan pemulihan pascabanjir dengan memberikan sejumlah bantuan kepada korban banjir. Ia memastikan, meski kondisi cuaca masih kurang bersahabat, banjir dan longsor tidak terjadi lagi.

“Kita khawatir karena curah hujan akan terjadi bulan Juli 2019. Kita harapkan tidak terjadi lagi karena tanggap darurat telah berakhir, tapi kami siap siaga dalam menghadapi bencana yang ada di Kota Kendari,” tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, akan terus berusaha mencari solusi alternatif untuk para korban banjir di sekitar Sungai Wanggu.

Perumahan di sekitar Sungai Wanggu, kata dia, telah menjadi langganan banjir tiap tahunnya.

“InsyaAllah kita akan dapatkan jalan keluarnya masalah banjir dan solusi permanen untuk warga. Saat ini kita sedang upayakan dialog dengan warga dan mudah-mudahan mendapatkan solusi secara permanen,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...