Abu Hasan dan ‘Jalan Tengah’ PDIP Sultra

271
Suasana konferensi daerah (konferda) PDI Perjuangan Sultra.

Kendari, Inilahsultra.com – Kenapa harus Abu Hasan? Pertanyaan ini disodorkan kepada Ketua DPP PDI Perjuangan Mindo Sianipar usai pelantikan pengurus DPD PDIP Sultra di Hotel Same Kendari, Sabtu 27 Juli 2019.

Pelantikan ini serangkaian dengan proses musyawarah hingga lahirnya nama Abu Hasan secara aklamasi di arena konferensi daerah (konferda) PDIP Sultra.

- Advertisement -

Mindo sendiri tak menjelaskan secara detil alasan memilih Abu Hasan ketimbang lain-lainnya yang menyeruak sejak konferensi cabang (konfercab) hingga konferensi daerah (konferda).

Di dua arena dengan tingkatan berbeda itu, nama Abu Hasan tak muncul. Yang digadang-gadang adalah Hugua kembali memimpin PDI Perjuangan atau digantikan yang baru. Lukman Abunawas atau kader setingkat bupati macam LM Rusman Emba atau La Ode Arusani.

Namun, isu liar tak berkelindan dengan fakta di tingkat DPP.

Menurut informasi diperoleh Inilahsultra.com di arena konferda, setidaknya, ada tujuh nama yang masuk ke telinga ke DPP. Diantaranya beberapa nama yang disebut di atas.

Namun, sebelum musyawarah dimulai di salah satu ruangan hotel Same Kendari, nama Abu Hasan sudah dipastikan memimpin partai merah itu.

Menurut Mindo, Abu Hasan dipilih berdasarkan pertimbangan politik di tingkat DPP. Selain melihat latar belakangnya sebagai bupati, Abu Hasan juga dinilai baik secara psikologi. Namun, bukan berarti calon lain tidak baik.

Pertimbangan tidak memilih Hugua sudah klir. Sebab, mantan Bupati Wakatobi itu sudah dua periode dan memiliki kesibukan di tingkat pusat sebagai anggota DPR RI.

“Jadi perlu regenerasi,” katanya.

Menurut Mindo, tak ada pertimbangan tunggal memilih Abu Hasan. Ia pun menyebut, melihat PDIP tidak harus dilihat lamanya berpartai namun ideologinya.

Rusman dan Lukman

Baca Juga :  Ritual Haroa dan Berebut "Menculik" Modhi di Muna

Nama Rusman dan Lukman ikut santer dibicarakan di arena Konferda. Hanya saja, keputusan DPP jatuh kepada Abu Hasan.

Baik Lukman dan Rusman, tak ada penjelasan detil dari DPP baik dari Mindo maupun Wiryanti Sukamdani.

Namun keduanya sempat disebut Hugua bahwa nama ini cukup potensial memimpin PDIP Sultra.

“Namun, kembali kepada hak perogeratif DPP,” ujarnya.

Meski tidak terpilih, baik Lukman dan Rusman memiliki posisi terpenting juga di DPD PDIP Sultra.

Lukman sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai dan Rusman sebagai Ketua Bappilu DPD PDIP Sultra.

Lukman dengan jabatannya itu, tentu berposisi sebagai pemberi pertimbangan atas segala keputusan partai nantinya.

Tak kalah pentingnya juga, jabatan ketua Bappilu yang ditempati Rusman. Posisi ini amat penting bagi sebuah partai dalam menyongsong pesta demokrasi, macam pilcaleg maupun pilkada.

Peran Bappilu juga koheren dengan kepentingan DPP dalam membesarkan partai.

Terhadap posisinya itu, Rusman sendiri, tidak masalah jika ditempatkan sebagai Ketua Bappilu DPD PDIP Sultra.

“Semua posisi di partai sama saja. Intinya bagaimana membesarkan partai secara bersama-sama,” kata Rusman kepada Inilahsultra.com.

Menurut Rusman, DPP memiliki pertimbangan panjang untuk menentukan pimpinan partai di daerah.

Terlebih PDIP menganut demokrasi terpimpin yang tidak menginginkan partai ini dalam pusaran konflik internal.

Sebab, sepanjang sejarahnya, PDIP jarang gontok-gontokan di internalnya. Setiap keputusan yang lahir mudah diterima oleh semua kader dengan tidak melakukan perlawanan.

Senada dengan Rusman, Abu Hasan mengaku, tak bisa menjalankan organisasi partai besar semacam PDIP ini tanpa sokongan dari seluruh pengurus.

“Tentu, besarnya sebuah partai tidak terlepas dari konsolidasi struktur,” katanya.

Jalan Tengah

Nama Abu Hasan seketika jadi bahan perbincangan di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sultra.

Baca Juga :  Ber-KTP Jakarta, Ali Mazi dan Sjafei Kahar Tak Memilih di Pilgub Sultra

Terlebih mampu menyisihkan beberapa nama yang cukup potensial merebut kursi ketua partai berlambang banteng itu. Sebut saja mereka Lukman, Hugua, Arusani dan Rusman.

Kesemuanya punya posisi tawar, mulai Wagub, anggota DPR RI dan bupati. Namun, pilihan DPP jatuh pada Abu Hasan.

Bupati Buton Utara ini tak menampik adanya skenario di balik terpilihnya dia sebagai ketua. Entah jalan tengah atau jalan pinggir.

Menurutnya, DPP telah memberikan amanah kepadanya untuk membesarkan partai ini. Tentu dia tidak sendirian.

Dia bersama Hasrat sebagai sekretaris dan Nursalam Lada di posisi bendahara.

Selain itu, pengurus lainnya, termasuk dua pembesar di dalamnya, Lukman Abunawas dan Rusman Emba menjadi energi lain yang menyokong kepemimpinan Abu Hasan di PDIP Sultra.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here