
Kendari, Inilahsultra.com – Pernyataan pengamat politik Sultra, Najib Husein, yang mengkritik pakaian dinas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Kendari mendapat tanggapan dari anggota dewan terpilih.
Dalam pernytaannya di media, Najib menyebut dengan banyaknya fasilitas yang diberikan bagi setiap anggota DPRD Kota Kendari, memberikan citra buruk di awal kinerja mereka.
Terhadap pernyataan itu, anggota dewan terpilih LM Rajab Jinik angkat bicara.
Ia menyebut, pernyataan Najib terlalu berlebihan dan terkesan dini menilai kinerja wakil rakyat.
“Ini secara tidak langsung melecehkan institusi DPRD Kota Kendari,” kata anggota dewan terpilih dari Partai Golkar ini, Sabtu 3 Agustus 2019.
Menurutnya, tudingan dengan sebutan sebagai citra buruk, dianggap tidak elok. Sebab terkait penganggaran pakaian dinas belum final dan masih butuh pembahasan bersama eksekutif, kemudian ditetapkan besarannya serasional mungkin.
“Pengamat seharusnya paham bagaimana mekanisme pengangaran. Memahami apa itu Tahun Anggaran, KUA-PPAS, Raperda APBD dan Perda APBD. Lalu dibuat tanggapannya. Tidak menuding sembarang lalu melahirkan persepsi negatif dalam masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai anggota dewan terpilih Rajab Jinik juga merasa tidak berhubungan dengan anggaran tersebut.
Sepengetahuannya, nominal tersebut akan dianggarkan di tahun 2020, yang prosesnya juga tidak diketahui, sudah sampai dimana, karena menjadi urusan Sekretariat DPRD.
“Ini menjadi masalah untuk kita anggota dewan terpilih. Kita belum pernah meminta apa-apa, sudah berhadapan dengan berbagai tudingan. Sejauh ini, semua kebutuhan untuk pelantikan kita penuhi sendiri. Selebihnya polemik ini sudah melecehkan institusi DPRD Kota Kendari,” tutupnya.
Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman




