
Kendari, Inilahsultra.com – Peristiwa tumbangnya pohon di jalan Tebaununggu, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari hingga menyebabkan Irwan (38) meninggal dunia menuai protes dari warga.
Pasalnya, banyak pohon di Kota Kendari yang bisa mengancam keselamatan warga belum diperhatikan oleh pemerintah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari Paminuddin mengakui, pemeliharaan dan pemangkasan dahan pepohonan besar di Kota Kendari belum maksimal. Hal ini dikarenakan personel yang bertugas melakukan pemangkasan di DLHK terbilang sedikit.
“Jumlah personel kami hanya lima orang. Parahnya lagi, kami tidak memiliki mobil tangga pemangkas pohon yang digunakan untuk menjangkau dahan atau ranting pohon-pohon yang tinggi dan sudah termakan usia,” kata Paminuddin saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, belum lama ini.
Ia mengaku, pihaknya sudah melakukan pemangkasan secara rutin, tapi karena jumlah personel yang dimiliki tak sebanding dengan jumlah pohon besar yang mencapai ribuan di Kota Kendari.
Belum lagi, armada yang digunakan selama ini kendaraan operasional milik bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kota Kendari dengan status pinjam jika bagian SDA tak menggunakan kendaraan itu.
“Dalam sehari kami hanya bisa memangkas atau merapikan dua pohon karena keterbatasan alat. Kalau kita lakukan dengan cara manual memakai tenaga pemanjat pohon, dan tidak semua orang bisa dan mau melakukannya. Biar juga ada mobil tangga kalau pemangkas pohonnya tidak punya nyali, percuma saja,” ungkapnya.
Tahun ini, lanjutnya, akan berupaya mengusulkan ke Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir untuk pengadaan armada operasional pemangkas pohon.
“Biar satu unit saja asal stand by di DLHK itu sudah cukup. Kita berharap pengadaan mobil operasional untuk pemangkasan pohon bisa dapat teralisasi tahun 2019 ini,” harapnya.
Mantan Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan ini mengimbau masyarakat agar di musim angin kencang sekarang ini untuk selalu berhati-hati pada saat melalui jalan yang banyak pohon besar yang berpotensi tumbang.
“Saat ini kita tetap waspada dengan angin kencang, karena kita tidak tahu kapan dan di mana kejadian akan terjadi. Kita berharap musibah robohnya pohon tidak terjadi lagi di Kota Kendari,” tutupnya.
Sebelumnya, salah satu warga tewas tertimpa pohon tumbang tepatnya depan kantor Samsat Kota Kendari, pada Selasa 20 Agustus 2019 lalu. Pada saat itu, Irwan mengendarai mobil untuk mengurus pajak kendaraan. Namun, tiba-tiba pohon yang sudah tau tumbang dan menimpa pria beramat di Jalan Wayong, Kota Kendari.
Penulis : Haerun




