Cerita Ramli Bahnan, 27 Tahun Jadi Sopir Rektor UHO

1226
Ramli Bahnan berpose dengan Rektor UHO Muh Zamrun Firihu di mobil dinas rektor DT 10. (Pandi/Inilahsultra)

Kendari, Inilahsultra.com – Ramli Bahnan (45) tampak duduk menyudut di tribun lapangan mini Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Minggu 25 Agustus 2019.

Pagi itu, civitas akademika UHO tengah menggelar pelbagai kegiatan dalam rangka Dies Natalis UHO ke-38.

- Advertisement -

Tampak sesuai dengan penampilan Ramli Bahnan pagi itu yang mengenakan celana treaning, baju kaos berkerah hertuliskan Rektorat plus topi beraksara Paspampres.

“Ini topi kemanakan saya,” katanya sambil berkelakar.

                       

Ramli, sapaan akrabnya adalah salah satu aparatur sipil negara (ASN) di Rektorat UHO Kendari. Selama 27 tahun ia mendedikasikan dirinya menjadi sopir rektor.

Keterampilannya mengendarai mobil didapat saat orang tuanya yang juga seorang polisi di satuan polisi lalu lintas di Kendari.

Perkenalannya dengan kendaraan roda empat itu membuat ia dipercaya untuk membawa mobil jenis Taf di UPTD Perpustakaan UHO.

Sekitar Tahun 1994, Rektor UHO Soleh Salahuddin pun kepincut dengan kepiawaian Ramli mengendarai roda empat. Padahal, kala itu statusnya baru honorer atau staf administrasi di Perpustakaan UHO.

“Di situ Pak Soleh Salahuddin memilih saya jadi sopirnya. Karena hanya saya generasi yang cukup mahir bawa mobil,” katanya.

Selepas massa Soleh Salahuddin, ia masih diberi kepercayaan menjadi sopir Rektor Abdul Rauf Tarimana.

Bersama Rauf, posisinya tetap langgeng hingga beralih ke Rektor Mahmud Hamundu.

Di zaman Rektor Mahmud, ia kemudian diangkat sebagai PNS di lingkup Rektorat UHO.

“Saya jadi PNS itu sekitar 2001. Saya tetap jadi sopir pengawal rektor,” jelasnya.

Delapan tahun mengawal Mahmud, ia kemudian dipercaya kembali menjadi sopir Rektor Usman Rianse dua periode (8 tahun), hingga masa Plt Rektor UHO Supriadi Rustad kurang lebih satu tahun.

Baca Juga :  Raih WTP Enam Kali, Kabupaten Buton Diberi Penghargaan Kemenkeu RI

Terakhir, ia mendampingi Rektor Muh Zamrun Firihu. Hingga kini, ia memperkirakan, sudah 27 tahun mengantarkan kemana saja pimpinan tertinggi universitas ternama di Sultra itu.

Ramli Bahnan berpose untuk Inilahsultra.com. (Pandi/Inilahsultra)

Memilih Jadi Sopir dari pada Bendahara

Ramli boleh dibilang satu-satunya PNS yang banyak tahu tentang mobil berplat DT 10 itu.

Uniknya, selama menungganginya dalam kurun 27 tahun, tak ada kendala di perjalanan.

“Alhamdulillah, selama mengantar pimpinan, mobil ini tetap aman,” jelasnya.

Ramli mengaku, lamanya menjadi sopir tak membuatnya jadi bosan. Pernah ditawarkan jabatan bendahara, namun ia menolaknya.

Padahal, jabatan ini cukup mentereng bagi ASN lainnya.

“Saya lebih nyaman jadi sopir saja,” ujarnya.

Menurutnya, ada keuntungan tersendiri menjadi sopir 01 UHO ini. Setiap hari bisa berkomunikasi dengan pimpinan dan mengantarkannya kemana-mana.

Ia mengaku, saat mengawal rektor dengan karakter yang berbeda, pastinya punya suka duka.

Sukanya, bisa dekat dengan pimpinan dan hubungan keakraban seakan tak ada sekat.

Dukanya juga pasti ada. Suatu waktu, ia pernah mengantar pimpinan ke sebuah acara.

Belum sempat menyantap makanan, pimpinan sudah hendak beranjak karena urusan mendesak.

Mau tak mau, ia tak sempat menyelesaikan makanannya. Namun kadang pula, rektor, semisal Zamrun memahami itu.

“Kadang, nanti saya makan di rumah pak rektor atau langsung ke rumah,” katanya.

Meski demikian, ia menganggap hal ini biasa saja. Sebab, kondisi ini tak sering dan dalam situasi mendadak.

“Namanya mengabdi kan itu tanggung jawab saya mengantarkan bos ke mana saja,” tutur pria kelahiran Kendari 15 Juli 1975 silam ini.

Meski statusnya sebagai sopir, tapi Ramli boleh dibilang satu-satunya ASN yang menjamin keselamatan pimpinan perguruan tinggi ternama Sultra di jalan raya.

Baca Juga :  Libur Panjang Lebaran, Asrun Lio : 1 Juni Guru Wajib Upacara

Hidupnya pun telah didedikasikan menjadi sopir rektor lebih separuh Dies Natalis UHO yang telah berusia 38 tahun.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Koreksi pembaca : Ada kesalahan penulisan tahun jabatan Rektor Soleh Salahuddin. Redaksi telah melakukan koreksi. 

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
5
loading...