
Kendari, Inilahsultra.com – Kota Baubau mencatatkan angka deflasi tertinggi sepanjang Agustus 2019. Merunut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra dirilis Senin 2 September 2019, nilai deflasi Kota Baubau bahkan masuk dalam kategori tertinggi untuk kota se-Sulawesi.
Deflasi adalah suatu periode di mana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar.
Kepala BPS Sultra, Moh Edy Mahmud mengatakan dari 11 kota di Pulau Sulawesi, empat kota tercatat deflasi dan tujuh kota mengalami inflasi.
“Deflasi terdalam tercatat di Kota Baubau (Provinsi Sulawesi Tenggara) 2,10 persen dengan IHK 136,38 dan deflasi terendah tercatat di Palopo (Provinsi Sulawesi Selatan) sebesar 0,02 persen dengan IHK 136,35,” rinci Edy.
Sama hal dengan Kota Baubau, lanjut Edi deflasi juga terjadi di Kota Kendari. Deflasi Kota Kendari bulan Agustus tahun 2019 tercatat sebesar 1,56 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 132,92.
Secara nasional dari 82 kota yang menghitung inflasi, 38 kota tercatat deflasi dan 44 kota tercatat inflasi.
Deflasi yang terjadi di Kota Kendari sendiri disebabkan oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 4,47 persen. Disusul kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,07 persen.
Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan yaitu kelompok sandang 0,72 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,12 persen, kesehatan 0,10, pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,03 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,02 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi di Sultra adalah angkutan udara, kangkung, sawi hijau, teri, ekor kuning layang/benggol, kacang panjang, tomat buah, tomat sayur dan bawang merah.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah cabe rawit, emas perhiasan, cabai merah, jagung manis, baju anak setelan, shampo, daging ayam kampung dan baju kaos berkerah wanita.
“Dari 11 kota di Pulau Sulawesi, empat kota tercatat deflasi dan tujuh kota tercatat inflasi. Tingkat inflasi Kota Kendari tahun kalender (Januari-Agustus 2019) 3,46 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2019 terhadap Agustus 2018) 3,26 persen,” rinci Edi.
Tingkat inflasi periode yang sama Agustus 2018 tercatat -0,54 persen, tahun kalender (Januari-Agustus 2018) sebesar 2,20 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun untuk Agustus 2018 terhadap Agustus 2017 tercatat 1,70 persen.
Lebih jauh, kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi pada Agustus 2019 yaitu kelompok bahan makanan 1,21 persen dan kelompok transpor 0,42 persen. Sebaliknya, kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi antara lain kelompok sandang 0,05 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,01 persen, kelompok kesehatan 0,005 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,004 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,002 persen
Penulis : Siti Marlina




