
Kendari, Inilahsultra.com – Gubernur Sultra Ali Mazi secara resmi membuka orientasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Sultra yang digelar di Hotel Claro, Senin 23 September 2019.
Dalam orientasi ini, turut dihadiri oleh Kepala BPSDM Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setya Budi.
Dalam sambutannya, Ali Mazi menyebut, Pemprov Sultra turut menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019 yang baru saja melahirkan sejumlah anggota dewan baru.

“Saya mengucapkan selamat kepada bapak/ibu para anggota DPRD kabupaten/kota yang baru saja dilantik beberapa waktu yang lalu, semoga mendapatkan berkah dalam rangka mengemban amanah masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kabupaten/kota masing-masing,” katanya.
Ali Mazi juga memuji Teguh Setya Budi yang sebelumnya menjabat sebagai Pj Gubernur Sultra turut menyukseskan penyelenggaran pemilihan kepala daerah dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara periode 2018-2023.
“Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini, saya sebagai Gubernur terpilih bersama DR. H. Lukman Abunawas, tak lupa menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga kepada bapak atas berbagai karya baktinya selama menjabat sebagai Pj Gubernur Sulawesi Tenggara. Semoga apa yang telah bapak berikan untuk Sultra menjadi catatan amal kebaikan,” katanya.
Pemilu 2019 yang dilaksanakan secara serentak untuk anggota DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, khususnya di Sulawesi Tenggara, telah menghadirkan wajah-wajah baru.
“Untuk itu, dibutuhkan wakil rakyat yang mampu berpikir visioner, konstruktif dan komprehensip dalam melahirkan ide dan pengambilan keputusan yang strategis untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku dalam kerangka pembangunan daerah,” paparnya.
Sebagaimana diketahui bersama, lanjut Ali Mazi, kondisi geografis wilayah Sulawesi Tenggara, terdiri dari daratan dan lautan, termasuk potensi sumberdaya alam yang melimpah dan beragam. Sementara, secara demografis, kondisi masyarakat memiliki tingkat kesejahteraan yang beragam, dan latar belakang kultur yang berbeda.
“Kondisi tersebut memberi peluang dan juga sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi kita, sehingga dibutuhkan perhatian dan penanganan bersama seluruh pihak, khususnya secara holistik antara pihak eksekutif dan legislatif, utamanya dalam hal pelaksanan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan untuk memberikan pendapat dan rekomendasi, serta tindak lanjut penyelesaian permasalahan yang dihadapi pemerintah daerah,” jelasnya.

Ia melanjutkan, segala kebijakan diharapkan mendapat dukungan politis dari legislatif baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota, selaku mitra pemerintah daerah, khususnya dalam hal mengkoordinasikan, mengintegrasikan dan harmonisasi pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan, serta sekaligus memberikan solusi terkait persoalan yang timbul dalam proses pembangunan di wilayah Sulawesi Tenggara.
“Olehnya itu, saya berharap keikutsertaan saudara dalam orientasi ini, akan menambah wawasan dan cara pandang baru dalam mencermati setiap permasalahan pemerintahan di daerah, dan senantiasa menjadi bagian dari mitra yang harmonis dalam penyelesaian masalah. Manfaatkan kesempatan yang baik ini untuk mengikuti materi orientasi ini secara seksama dan jadikan sebagai media untuk sharing pengalaman dan pengetahuan antarsesama anggota,” ujarnya.
Ia berharap, peserta orientasi mampu menerapkan prinsip kerja dalam hal koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergitas antarwilayah, dan antarpemerintahan, demi kesinambungan mekanisme kerja dan harmonisasi antara sesama unsur penyelenggara pemerintah daerah.
Pemerintah Provinsi Sultra saat ini, lanjut politikus NasDem ini, sedang mengusung visi pembangunan daerah tahun 2018-2023, yakni ‘Terwujudnya Sulawesi Tenggara yang Aman, Maju, Sejahtera dan Bermartabat”.
Untuk mendorong terwujudnya visi tersebut, maka dalam rangka memenuhi aspirasi seluruh lapisan masyarakat, telah dicanangkan 5 program prioritas daerah, yang terdiri dari : Sultra Beriman dan Berbudaya, Sultra Cerdas, Sultra Sehat, Sultra Produktif dan Sultra Peduli Kemiskinan (Sultra Bantuan Masyarakat Miskin).
“Kelima program prioritas dimaksud, secara kewilayahan pelaksanaannya diarahkan melalui strategi pendekatan gerakan akselerasi pemerataan pembangunan daratan dan lautan di kepulauan, yang dikenal dengan akronim ‘GARBARATA’,” katanya.

Parlemen, walau masih terdapat juga wajah lama yang tentu memiliki pengalaman pada periode sebelumnya dengan berbagai latar belakang yang berbeda, baik di sisi keilmuan maupun profesi.
Olehnya itu, kegiatan orientasi ini menjadi sangat penting dan strategis sebagai upaya menyatukan dan menyamakan visi antara eksekutif dan legislatif dalam kerangka pembangunan daerah, karena anggota DPRD disamping merupakan representasi dari masyarakat juga sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.
Penyelenggaraan orientasi ini juga merupakan proses pengenalan tugas, fungsi dan wewenang anggota DPRD, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keahlian, keterampilan bagi anggota DPRD yang dilandasi pengabdian, integritas dan etika sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.
“Seiring dengan perubahan paradigma, maka dalam menjalankan tugas kedepan, anggota DPRD kabupaten/kota, diharapkan dapat melakukan inovasi dan perubahan yang lebih baik yang sejalan dengan tujuan: arah, dan kebijakan pembangunan melalui visi-misi pemerintah kabupaten/kota, maupun pemerintah provinsi.
Orientasi anggota dewan kabupaten kota kali ini terdiri dari tiga angkatan.
Angkatan I Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Konawe. Angkatan II Kabupaten Konawe Utara dan Kabupaten Konawe Kepulauan dan angkatan III dari Kota Kendari. (Adv)




