Mahasiswa Nyalakan Lilin dan Doa Bersama di Lokasi Tertembaknya Randi dan Yusuf

Mahasiswa membakar lilin dan doa bersama di lokasi tertembaknya Yusuf dan Randi.

Kendari, Inilahsultra.com – Tepat di hari ketujuh meninggalnya Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19), puluhan mahasiswa menyalakan lilin dan gelar doa bersama di tempat tertembaknya kedua almarhum di Jalan Abdullah Silondae, Kamis malam 3 Oktober 2019.

Lilin dinyalakan membentuk lingkaran dan mahasiswa duduk bersila, mendoakan almarhum Randi dan Yusuf agar tenang di sisi-Nya.

Jumadil salah satu Inisiator mengatakan, Randi dan Yusuf adalah pahlawan demokrasi. Melalui doa bersama ini, gerakan mahasiswa jangan sampai berhenti.

-Advertisement-

Mereka mendesak agar pengusutan kasus penembakan dan kekerasan terhadap dua mahasiswa diusut tuntas.

“Kepada pihak Kepolisian agar segera menuntaskan kasus ini dan secepatnya mengungkap siapa pelaku penembakan di balik pembunuhan,” ucap Jumadil, saat ditemui Inilahsultra.com.

Senada dengan itu, Koordinator Investigasi HMI Cabang Kendari Faiz Al Majid menuturkan, pihaknya terus memantau perkembangan terkini kasus tersebut.

Berdasarkan Informasi dari 13 oknum polisi yang diperiksa, kini tersisa 6 orang. Harusnya pihak kepolisian, cepat menaikan status mereka sebagai tersangka bukan lagi terduga.

“Karena kami yakin, diantara mereka merupakan orang-orang yang terlibat. Olehnya itu, statusnya secepatnya dinaikan sebagai tersangka,” bebernya.

Faiz mengaku, sudah membentuk tim investigasi dari HMI Cabang Kendari yang akan menjadi data pembanding antara hasil investigasi polisi dan data kelembagaan bisa dicocokkan.

“Saksi-saksi kami ada yang melihat secara langsung kejadian itu, hanya mereka butuh pendampingan karena saksi ini masih beban moral dan masih takut dengan keadaan ini jangan sampai ada intimidasi dari pihak lain,” tutupnya.

Untuk diketahui, Randi mengalami luka tembak bawah ketiak sebelah kiri tembus dada kanan. Sedangkan Yusuf meninggal dengan luka retak di kepala saat aksi penolakan UU KPK dan RKUHP di Kantor DPRD Sultra pada 26 September 2019 lalu.

Penulis : Onno

Facebook Comments