Ayah Yusuf Kardawi Siap Bongkar Makam untuk Autopsi Jenazah

3245
Aliansi Mahasiswa Sedarah berkemah di depan Mapolda Sultra hingga polisi mengungkap pembunuh Randi dan Yusuf. (Istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Keluarga almarhum Yusuf Kardawi hingga kini masih menunggu kepastian dari pihak kepolisian terkait penyebab meninggalnya korban.

Mereka ingin agar kasus meninggalnya Yusuf secepatnya bisa diusut tuntas dan pelakunya segera ditemukan.

- Advertisement -

Memasuki hari ke 24 meninggalnya Yusuf, penanganan kasus belum juga menemukan titik terang, keluarga Yusuf akan membongkar makam almarhum untuk dilakukan autopsi jika itu perlu. Untuk mengetahui penyebab kematian Yusuf Kardawi, apakah karena luka benturan atau tertembak.

“Wacana bongkar makam anak saya untuk dilakukan Autopsi itu memang betul, tetapi jika itu diperlukan untuk mengungkap kasus ini demi keadilan,” kata Ramlan saat dikonfirmasi Inilahsultra.com melalui telepon selulernya, Minggu 20 Oktober 2019 malam.

                       

Memang pengungkapan kasus ini masih berjalan, tetapi ayah Yusuf masih berharap kepolisian bisa mengungkap kasus ini dengan baik dan secara pribadi masih menghormati kinerja kepolisian.

“Saya memantau perkembangan kasus ini, saya juga menerima informasi dari kepolisian bahwa ada enam anggota polisi sudah menjalani sidang kode etik (disiplin).

Bahkan, ayah Yusuf pernah menyampaikan saran kepada pihak kepolisian yang datang ke rumahnya, sebaiknya memberikan tenggat waktu sampai kapan kasus ini bisa tuntas dan selesai.

“Polisi sempat mempertanyakan aksi mahasiswa yang mengawal kasus ini terus menginap di depan Mapolda Sultra, saya menyapaikan saran kepada polisi agar memberikan tenggat waktu dala menyelesaikan kasus ini. Sehingga mahasiswa yang menginap di depan Mapolda bisa kuliah lagi,” sambungnya.

Jadi, wajar saja adik-adik mahasiswa masih melakukan aksi dan sampai harus menginap di depan Mapolda Sultra, karena mereka menunggu kepastian dan informasi yang jelas sampai kapan kasus ini akan terungkap.

Baca Juga :  Dua Perusahaan Tambang Diduga Menjual Ore Tanpa Verifikasi ESDM Sultra

“Saya sangat mengapresiasi gerakan adik-adik mahasiswa yang terus mengawal kasus ini, semangatnya jangan luntur. Meski gerakan mahasiswa tidak seramai pada awalnya, mudah-mudahan dengan gerakan mahasiswa Mabes Polri dapat bergerak cepat menuntaskan kasus ini,” bebernya.

Senada dengan itu, paman almarhum Yusuf, Saharil Amrin menuturkan, ada langkah tersendiri yang akan ditempuh oleh keluarga. Dan benar adanya, membongkar makam Yusuf dan akan melakukan autopsi itu dari orang tua (Ibu) Yusuf.

“Sebenarnya kami begitu terpukul hingga tidak bisa bicara, di satu sisi kita berbesar hati dan merespon saat kepolisian datang ke rumah almarhum. Bahkan, ada pihak pihak lain yang mensuport kita tetap welcome saja kita tidak melakukan gerakan tambahan misalnya menolak,” ujarnya.

Meski keluarga ikhlas atas kematian Yusuf, tetapi catatan untuk pihak kepolisian harus betul-betul konsen. Membuka siapa yang melakukan tindakan itu dengan cara apa, permintaan keluarga ini harus diclearkan.

“Ibunya almarhum Yusuf hingga saat ini masih shock, belum bisa bertemu sama banyak orang. Malam ke tujuh ibu almarhum Yusuf bicara kesaya, dia meminta tolong kesaya agar doakan Yusuf,” kenangnya.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...