Ridwan Ungkap Calon Bupati yang Berpotensi Diusung Golkar di Pilkada 2020

Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara Ridwan Bae mengungkapkan calon kepala daerah di tujuh kabupaten di Sultra yang berpotensi diusung Golkar.

-Advertisements-

Ridwan mengaku, DPD Golkar Sultra telah menggelar pleno nama-nama calon kepala daerah di tujuh kabupaten yang akan diusulkan ke DPP untuk dipertimbangkan.

“Kita sementara proses pengiriman ke DPP. Sebenarnya ini sejak bulan 10 lalu, tapi karena kepengurusan baru terbentuk, maka baru sekarang kita kirim ke DPP,” jelas Ridwan, Sabtu 18 Januari 2020.

Ia melanjutkan, dalam minggu ini, DPP Golkar akan menurunkan survei untuk mengukur elektabilitas calon kepala daerah yang masuk dalam bursa Golkar.

“Proses surveinya minggu ini akan turun. Semua dari DPP,” imbuhnya.

Meski akan menurunkan survei, kata Ridwan, Golkar sudah memiliki kecenderungan untuk mendukung calon di tujuh kabupaten yang menggelar pilkada 2020.

Khsusu Kabupaten Wakatobi, seluruh pengurus baik dari tingkat kabupaten hingga provinsi sepakat mengusung Arhawi.

“Saya baru dapat pastikan Wakatobi. Kami pastikan, 99,99 persen Golkar ke Arhawi,” katanya.

Pertimbangan Golkar, lanjut dia, Arhawi merupakan Ketua DPD Golkar Wakatobi. Selain itu, Arhawi juga merupakan inkumbent dan dinilai memiliki prestasi luar biasa.

“Perolehan kursi Golkar di Wakatobi dari satu menjadi sembilan kursi. Arhawi juga mendapatkan penghargaan dari Presiden Jokowi,” tuturnya.

Untuk itu, kata Ridwan, dirinya akan mendorong dan meyakinkan DPP agar menetapkan Arhawi sebagai calon yang diusung Golkar di Pilkada Wakatobi.

Khusus Buton Utara, ada tiga nama yang masuk bursa. Yakni, Abu Hasan, Aswadi Adam dan Ridwan Zakaria.

Namun, lanjut Ridwan, Golkar cenderung ke Aswadi karena dia sudah masuk sebagai pengurus DPD Golkar Butur.

“Setelah dia keluar dari pekerjaannya, dia sudah jadi pengurus Golkar. Kita akan bekerja maksimal mendorong Aswadi menjadi calon diusung Golkar,” bebernya.

Ridwan menyebut, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menegaskan akan mengutamakan kader untuk diusung di Pilkada 2020.

Untuk Kabupaten Konawe Kepulauan, Golkar kepincut dengan Amrullah. Calon inkumbent ini dianggap tidak mengganggu Golkar pada saat Pemilu 2019 kemarin.

“Karena dia memberikan kesempatan ke Golkar. Dari satu kursi, kita menjadi tiga kursi,” sebutnya.

Untuk Konawe Utara, lanjut Ridwan, Golkar lebih tertarik mendukung Ruksamin. Salah satu alasan Golkar memilihnya adalah status sebagai inkumbent dan dinilai aktif turun lapangan saat bencana banjir melanda Konut 2019 lalu.

“Kita obyektif saja. Di sana ada dua orang. Ada Ruksamin dan Sudiro. Tapi kita lebih condong ke Ruksamin,” tuturnya.

Untuk Konawe Selatan, Golkar Sultra masih gamang antara memilih Irham Kalenggo atau Surunuddin Dangga.

Menurut Ridwan, Irham memiliki peluang yang baik karena berstatus sebagai Ketua DPD Golkar Konsel. Hanya saja, Surunuddin Dangga juga adalah kader Golkar yang kini berstatus inkumbent.

“Kita akan menyerahkan sepenuhnya ke DPP. Nanti akan tergambar seperti apa hasil survei,” tuturnya.

Ridwan menyebut, pernah bicara dengan Irham bahwa ia akan maju jika surveinya memungkinkan menang.

“Tapi intinya kita kembalikan ke DPP,” tambahnya.

Di Kolaka Timur, Golkar memastikan tak akan mengusung calon bupati dari kadernya.

Ridwan mengaku, mempertimbangkan beberapa nama yang masuk dalam penjaringan Golkar. Yakni, Tony Herbiansyah, Syamsul Bahri, Sabaruddin Labamba.

“Ada satu lagi perempuan. Itu kita pertimbangkan. Tapi pastinya kita siapkan kader untuk jadi wakil,” imbuhnya.

Setidaknya, ada dua kader Golkar yang disiapkan jadi 02, yakni, Ismail dan Sukirman.

“Kita belum mendorong kader (calon bupati) karena kita rasional saja, kader tidak siap,” tuturnya.

Khusus di kampung halamannya, Kabupaten Muna, Ridwan juga lebih menyerahkan sepenuhnya ke DPP.

LM Rusman Emba, LM Rajiun Tumada dan Syarifuddin Udu, kata Ridwan, memiliki hubungan keluarga satu sama lain.

“Saya hanya akan ceritakan tentang ketiganya ini ke DPP. Keputusannya saya kembalikan ke DPP,” imbuhnya.

Ridwan menuturkan, rekomendasi DPP Golkar terhadap calon yang akan diusung di Pilkada 2020 akan diputuskan pada akhir Februari 2020.

“Tentu, semua keputusan adalah kewenangan DPP. Kita hanya memberikan gambaran terhadap calon-calon yang akan diusung di Pilkada nanti,” pungkasnya.

Penulis : Pandi

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
-Advertisements-
loading...