Massanya Dihambur, PT ABE Protes Polisi

443
 

Kendari, Inilahsultra.com – Direktur PT Andalniaga Boemih Energy (ABE) Syamsul Alam memprotes Kepolisian Resor (Polres) Konawe yang terkesan membiarkan oknum preman membubarkan massanya yang hendak menuntut hak kepada PT Konawe Putra Propertindo (KPP).

Ia menduga, massa yang kontra terhadap gerakan mereka itu adalah preman pesanan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).

“Kami menuntut hak, kenapa harus dihalangi oleh massa VDNI dan dibiarkan oleh kepolisian,” kata Samsul Alam, Senin 20 Januari 2020.

Ia menilai, polisi cenderung berpihak ke perusahaan yang harusnya melunasi kewajiban utang terhadap PT KPP.

“Malah yang menuntut hak yang diminta bubar bukan yang menghalangi dengan cara preman dalam hal ini VDNI. Padahal VDNI tidak ada urusannya dalam hal ini,” katanya.

Ia menjelaskan, perusahaan yang diampunya telah mengerjakan jalan hauling menuji jeti PT VDNI sepanjang 18 kilometer.

Pengerjaan jalan itu atas kesepakatan tak tertulis antara perusahannya dengan PT KPP.

Namun belakangan, kata dia, PT KPP belum membayarkan ketunggakan utang sebesar Rp 14 miliar. Untuk itu, ia mendesak agar perusahaan tersebut segera membayarnya.

“Namun berdasarkan surat pengakuan utang, PT KPP hanya memiliki utang Rp 4,5 miliar. Sesuai kesepakatan antara PT KPP dan PT ABE, pada 1 Oktober 2015, pembayaran pelunasan utang dimaksud baru dapat dilakukan setelah PT KPP menerima termin pembayaran ketiga Rp 30 miliar dari PT VDNI berdasarkan akta perjanjian pengikatan jual beli lahan di kawasan industri Nomor 65 tanggal 30 Maret 2015,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Konawe AKBP Susilo Setiawan mengaku, bentrokan antara kedua kubu sempat terjadi namun sudah aman setelah polisi turun tangan.

“Sekarang sudah aman,” katanya.

Ia mengaku, pihaknya tidak membubarkan massa dari PT ABE melainkan meredakan situasi agar tidak terjadi bentrokkan lebih jauh.

“Karena situasi saja, kalau terjadi benturan di lapangan, kasian juga adik-adik kita,” katanya.

Terhadap persoalan konflik dua kelompok ini, Susilo megaku masih mempertimbangkan untuk melakukan mediasi kedua belah pihak perihal utang piutang antara PT KPP dan PT ABE.Sementara itu, Deputi Branch Manager PT VDNI Chairrulah Wijdan menyebut, warga dan beberapa pekerja di perusahaannya ikut turun menghalau massa PT ABE.

“Kita kan antara masyarakat dan pekerja sudah menyatu. Jadi yang menjaga perusahaan bukan hanya karyawan tapi juga masyarakat sekitar,” jelasnya.

Mengenai anggapan bahwa PT VDNI masih punya utang ke KPP, pria yang akrab disapa Nanung ini menolak berbicara banyak.

“Karena yang mengetahui kerjasama itu manajemen pusat. (Masalah) ini sejak zaman pak Rudi dulu sudah seperti itu,” tutupnya saat dikonfirmasi.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...