Dewan Nilai Banjir di Konawe Utara Akibat Pertambangan

448
 

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sudirman menilai, musibah banjir bandang yang melanda rumah hunian sementara (Huntara) di Desa Puusuli Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara diakibatkan penambangan tanpa reklamasi.

“Saya menilai diakibatkan ada penambangan tanpa melakukan reklamasi, yang menyebabkan hutan gundul dan tak ada lagi hutan untuk menyerap air,” kata Sudriman saat ditemui di kantornya, Kamis 27 Februari 2020.

- Advertisement -

Anggota Komisi III DPRD Sultra ini menjelaskan, longsor dari pegunungan yang menyebabkan turunnya tanah ke sungai, yang menjadi salah satu penyebab pendangkalan sungai. Sehingga pada saat hujan turun, sungai tak mampu lagi menampung debit air yang begitu banyak karena telah mengalami pendangkalan.

“Kami mendukung investasi pertambangan, tapi harus mengikuti mekanisme pertambangan dengan benar. Kita harapkan investasi pertambangan dapat mensejahterakan masyarakat bukan menyengsarakan rakyat,” ujarnya.

Dalam Peraturan Menteri ESDM nomor 26 tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batu Bara, kata Sudirman, wajib hukumnya perusahaan tambang melakukan reklamasi.

“Pemerintah harus tegas menerapkan regulasi tersebut, karena reklamasi itu penting untuk menjaga keseimbangan alam. Tapi dana Jamrek justru dibiarkan mengendap dan akhirnya masyarakat yang menjadi korban,” jelasnya.

Untuk diketahui, banjir bandang kembali melanda Desa Puusuli, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis 27 Februari 2020 sekitar pukul 04.00 WITa

Banjir turut membawa lumpur merah dari pengunungan yang diduga bagian dari aktivitas pertambangan.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...