Penjelasan Kimia Farma soal Kelangkaan Masker di Kendari

1382
 

Kendari, Inilahsultra.com – Perwakilan Kimia Farma memberikan klarifikasi dan koreksi terhadap pernyataan Direktur AMAN Center La Ode Rahmat Apiti soal dugaan penimbunan masker di tengah wabah corona.

Namun, pernyataan itu tidak disampaikan langsung oleh Manajer Kimia Farma area Sulawesi Tenggara Gunawan, melainkan melalui koreksi yang disampaikan oleh La Ode Rahmat Apiti.

- Advertisement -

Koreksi ini dibuat setelah Gunawan dan Rahmat Apiti bertemu menyangkut masalah pemberitaan dugaan penimbunan masker oleh Kimia Farma.

Gunawan sendiri saat dikonfirmasi Inilahsultra.com, membenarkan koreksi pernyataan yang dikirim oleh La Ode Rahmat Apiti melalui keterangan tertulis. Namun, ia menolak memberikan hak jawab atas pemberitaan sebelumnya.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Inilahsultra.com, penjelasan Gunawan kepada Rahmat Apiti bahwa saat ini semua apotek mengalami kelangkaan masker, dikarenakan tingginya permintaan masyarakat tidak sebanding dengan produksi.

“Dalam kurun waktu tiga minggu terakhir, Kimia Farma banyak mendapat kunjungan dari berbagai pihak terkait seperti kepolisian, BPOM, Dinas Kesehatan dll, terkait dengan munculnya virus corona di wilayah Sultra,” tulis keterangan yang diterima Inilahsultra.com.

Ia melanjutkan, pada 13 Maret 2020, stok masker di Kimia Farma masuk sebanyak 11 ribu Pcs, kemudian pada Minggu Kimia Farma mendapat telepon dari Dinas Kesehatan Kota Kendari meminta kuota masker untuk keperluan tenaga kesehatan dari tingkat Puskesmas hingga RSUD Abunawas Kendari.

“Namun Kimia Farma hanya menyediakan sebanyak 5.600 Pcs, karena sisanya telah disebar di 17 cabang apotek Kimia Farma yang ada di Sultra,” bebernya.

Pada 16 Maret 2020, stok masker di Kimia Farma telah habis terjual.

Penulis : Haerun
Editor : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
Komentar
loading...