Apel Pagi di Puskesmas Diganti dengan Berjemur untuk Mencegah Covid-19

530
 
RAMSI, S.Gz

Berbagai macam upaya dan anjuran pemerintah yang dilakukan dalam menghadapi wabah corona. Mulai dari social distencem, rajin mencuci tangan, dan membiasakan hidup bersih samapi lockdown yang bertujuan memutus tali rantai penularan virus yang sangat meresahkan saat ini. Salah satu upaya yang bila dilihat sangat mudah dan biasa tapi dianjurkan untuk dilakukan yakni berjemur dibawah sinmar matahari .

Banyak orang berpendapat bahwa sinar matahari Indonesia menjadi alasan mengapa virus corona sars tipe 2 yang menyebabkan Covid-19 tidak mampu hidup lebih lama.Ā Anggapan tersebut diamini oleh banyak pakar termasukĀ  Dr. Mardi Susanto, SpKJ. Ia mengatakanĀ  betul bahwa virus corona tidak tahan sinar matahari. Ia juga mengatakan bahwa hampir semua virus dan bakteri tidak kuat sinar UV dari matahari dan suhu di atas 50 derajat celsius. Jadi, tak ada salahnya untuk lebih sering berjemur di bawah sinar matahari pagi ya!

- Advertisement -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta masyarakat memperkuat sistem imun tubuh untuk mencegah penularan virus corona. Salah satu caranya dengan berolahraga dan menjaga pola hidup sehat.

ā€œTindakan preventif itu, terutama memperkuat daya tahan tubuh, itu yang penting, olahraga,ā€ ujar Tito sebagaimana dikutip dari Keterangan Pers Puspen Kemendagri, Selasa (3/3).

ā€œKarena virus itu yang paling utama ada di sistem daya tahan tubuh. Kalau daya tubuh kuat, virus juga tidak bisa berkembang,ā€ lanjut dia.

Tito melanjutkan, sebagai negara tropis, Indonesia memiliki keuntungan karena memiliki suhu relatif hangat dipengaruhi oleh letaknya di garis khatulistiwa. Keuntungan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan aktivitas berjemur di pagi hari untuk mendapatkan sejumlah manfaat.

ā€œKita semua belajar dari dulu, namanya matahari pagi itu banyak mengandung manfaat termasuk vitamin D dan lain-lain,ā€ ujar Tito Karnavian.

ā€œHal ini menunjukkan bahwa di suhu-suhu tertentu yang panas, dia (virus) tidak bisa berkembang. Nah keuntungan kita negara yang tropis seperti itu,ā€ lanjut dia.

Seeorang Dokter Spesialis Paru dr.Vinci Edy Wibowo imbauannya viral mengenai berjemur itu disampaikan melalui media sosialnya.Kampanye yang mengajak masyarakat untukĀ berjemurĀ di bawah sinar matahari untuk menangkal diri dariĀ virusĀ coronaĀ atauĀ Covid-19 tersebut viral.

Ajakan dr Vinci untuk berjemur tersebut sontak menjadi jadi perbincangan warganet. Pasalnya disebut-sebutĀ berjemurĀ di bawah terik matahari bisa mencegah diri dari paparan virusĀ Covid-19. Diketahui dr Vinci sendiri kini telah terpaparĀ virusĀ coronaĀ tersebut.Sebab sebelumnya ia sempat menangani pasien suspekĀ Covid-19. Kini dr Vinci pun melepaskan tugasnya sebagai dokter untuk sementara dan menjalani isolasi.

Di salah satu wilayah di Kabupaten Bombana ada sebuah puskesmas yaitu Puskesmas Poleang Tengah yang memunculkan inisatif untuk mengikuti anjuran Mendagri dan imbauan dr.Vici tersebut. Kepala puskesmas bereta stafnya yang setiap harinya sebelum melakukan aktivitas kantor di puskesmas selalu melakukan apel pagi sekarang diganti dengan berjemur selama kurang lebih 15 menit mulai jam 8 pagi. Hal ini dilakukan selain bertujuan memberikan perlindungan dan daya tahan tubuh bagi mereka juga memberikan contoh kepada masyakat di sekitar puskesmas dan pasien yang berkunjung pada jam pelaksanaan kegiatan berjemur tersebut. Diharapkan dengan tindakan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa melakukan hal kecil seperti ini ada manfaatnya.

Meski demikian hal penting lain pun tetap harus dilakukan agar terhindar dari paparan virius yang sangat berbahaya ini. Pola hidup bersih dan sehat tetap diutamakan.

Salam sehat, dan tetap semangat !!!

Oleh ; RAMSI, S.Gz

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...