DPRD Kendari Anggap Instruksi Wali Kota Kendari Hanya Imbauan Bukan Paksaan

1738
Kantor DPRD Kota Kendari. (Istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari meminta masyarakat tidak panik dengan instruksi Wali Kota Kendari tentang melakukan total aktivitas dalam rumah selama tiga hari mulai 10-12 April 2020 dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Kendari.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik menjelaskan, instruksi yang dikeluarkan wali kota hanya bersifat imbauan biasa bukan untuk paksaan bahwa masyarakat tetap berada di rumah.

- Advertisement -

“Kita sampaikan kepada masyarakat jangan panik dengan instruksi wali kota, karena itu hanya imbauan bukan paksaan kita tidak dilarang keluar rumah,” kata LM Rajab Jinik, Kamis 9 April 2020.

Anggota Fraksi Golkar ini menjelaskan, masyarakat masih bisa melakukan aktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam keadaan mendesak, tapi kalau tidak kegiatan mendesak mending tetap di rumah aja.

“Pasar dan swalayan tetap terbuka secara otomatis harus ada pembeli, berarti tidak ada larangan selama ada kebutuhan mendesak selama tiga hari ke depan,” jelasnya.

Perlu diluruskan, kata Rajab, terkait akan ada langkah-langkah pihak keamanan dari TNI dan Polri itu tidak akan terjadi.

“Tidak ada itu yang keluar akan diamankan, karena mereka (Kepolisian) sudah menyampaikan tidak akan melakukan hal tersebut,” jelasnya.

Apabila ini intruksi wali kota bersifat paksaan, kata Rajab, berarti Kota Kendari menerapkan lockdown selama 3 hari. Maka, DPRD akan bersikeras menolaknya dengan mempertimbangkan dampak yang akan terjadi pada masyarakat.

“Kami di DPRD tidak sepakat dan akan menolak kalau surat imbauan ini sifatnya memaksa untuk dilakukan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah wali kota semata-mata untuk memutus penyebaran Covid-19 dengan imbauan tersebut, karena kalau ada larangan dan dipaksakan untuk diikuti oleh masyarakat berarti bertentangan dengan pemerintah pusat.

“Jadi, semua yang memutuskan untuk tidak ada aktivitas di luar rumah baik mendesak dan tidak mendesak semua itu dari pemeritah pusat. Masyarakat tetap tenang karena pusat belum memikirkan dan memutuskan masyarakat Kota Kendari dilarang keluar rumah” jelasnya.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat tetap mengikuti intruksi pemerintah dalam betuk imbauan bisa diikuti seperti jaga jarak, pakai masker, sering cuci tangan pakai sabun, dan menjaga pola hidup bersih dan sehat dalam mencegah rantai Covid-19 di Kota Kendari.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir memberikan penjelasan tentang instruksi total di dalam rumah selama tiga hari mulai 10 -12 April 2020 dalam teleconference kepada media.

Ia menjelaskan, masyarakat Kota Kendari jangan khawatir, karena masih bisa keluar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ke pasar atau di toko-toko makanan.

“Masyarakat masih bisa keluar berbelanja di pasar dan toko-toko yang menjual kebutuhan pangan kareba tetap buka. Tapi kalau selesai berbelanja diharapkan langsung pulang ke rumah, jangan lagi mampir ke mana-mana,” jelas Sulkarnain.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari mengeluarkan intruksi Nomor :
443.I/1233/2020 tentang melakukan total aktivitas dalam rumah selama tiga hari (10-12 April 2020) dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Kendari

Dalam intruksi terseut terdapat 3 poin yakni, seluruh Masyarakat Kota Kendari untuk tidak melakukan aktifitas di luar rumah selama 3 hari mulai tanggal 10 sampai 12 April 2020.

Kepada masyarakat Kota Kendari yang masih melakukan aktifitas di luar rumah akan dilakukan pengamanan oleh pihak TNI dan Kepolisian.

Selalu memperhatikan Physical dan Sosial Distancing selama berada di dalam rumah serta budayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan mencuci tangan dengan sabun serta memperhatikan etika ketika batuk dan bersin.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...